Obama minta maaf atas pengeboman Kunduz

Sumber gambar, AFP
Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta maaf pada presiden badan amal Medecins Sans Frontieres (MSF) atas pengeboman yang menewaskan 22 orang.
Amerika Serikat mengatakan bahwa pengeboman yang terjadi di kota Kunduz, Afghanistan adalah <link type="page"><caption> sebuah kesalahan dan mereka sebenarnya berupaya menyerang Taliban</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151006_dunia_kunduz_amerika" platform="highweb"/></link>.
MSF menginginkan pengeboman tersebut diselidiki sebagai aksi kejahatan perang.
Obama juga sudah meminta maaf pada presiden Afghanistan.
"Jika perlu untuk menghukum individu, maka hal itu akan dilakukan," kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest.
Obama "menyatakan rasa duka cita" pada presiden MSF Joanne Liu, kata Earnest.
"Di Amerika Serikat, jika kami membuat kesalahan, kami jujur. Kami mengakuinya," katanya.
Earnest juga mengindikasikan kemungkinan untuk membayar korban dan keluarganya, sesuai kebijakan Kementerian Pertahanan.

Sumber gambar, EPA

Sumber gambar, AP
Menurut Earnest, secara legal, dia tak bisa mengatakan apakah <link type="page"><caption> pengeboman tersebut merupakan aksi kejahatan perang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151005_dunia_afghanistan_kunduz" platform="highweb"/></link>, namun Amerika Serikat "sudah berupaya sekeras mungkin membatasi hilangnya nyawa" korban sipil.
Dalam pernyataannya, MSF mengatakan bahwa mereka menerima permintaan maaf tersebut namun <link type="page"><caption> tetap meminta adanya penyelidikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151007_dunia_kunduz_msf" platform="highweb"/></link> dari Komisi Pencari Fakta Kemanusiaan Internasional, IHFFC.
MSF tidak akan mempercayai proses penyelidikan internal militer terhadap pengeboman tersebut.
IHFFC didirikan pada 1991 di bawah Konvensi Jenewa.
Menurut MSF, titik koordinat rumah sakit sudah umum diketahui sehingga tak mungkin aksi pengeboman adalah sebuah kesalahan semata.
Baik Kementerian Kehakiman AS, Pentagon, NATO, dan tim Amerika-Afghanistan sudah memerintahkan penyelidikan masing-masing.









