Rumah sakit dibom di Afghanistan, sekjen PBB minta usut pelaku

Sumber gambar, MSF
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon meminta sebuah penyelidikan digelar mengenai serangan udara terhadap sebuah rumah sakit di Kunduz, Afghanistan yang menewaskan sedikitnya 19 orang.
Serangan udara tersebut terjadi hari Sabtu (03/10) dan adalah "tragis, tidak dapat dimaafkan dan bahkan mungkin tergolong tindakan kriminal", kata kepala hak asasi manusia PBB Zeid Ra'ad Al Hussein.
Lembaga sosial bidang medis MSF mengatakan sedikitnya 12 stafnya dan tujuh pasien tewas terkena bom.
Sedangkan sedikitnya 37 orang dikabarkan merupakan <link type="page"><caption> korban luka berat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151003_dunia_afghanistan" platform="highweb"/></link>.
"Semua indikasi saat ini menunjukan pengeboman dilakukan oleh pasukan koalisi internasional," kata MSF.
NATO mengakui pasukannya mungkin adalah pelaku penyerangan rumah sakit tersebut.
Sementara itu, militer Amerika Serikat juga menjelaskan bahwa mereka sedang melancarkan serangan udara di daerah Kunduz.
Presiden AS Barack Obama menyatakan turut berbelasungkawa atas kejadian tersebut.
Tetapi dia mengatakan ia akan menunggu sampai departemen pertahanan AS selesai melakukan penyelidikan sebelum menyimpulkan apa penyebab serangan tersebut.









