Bentrokan sengit terjadi untuk menguasai Kunduz

Sumber gambar, epa
Pertempuran sengit pecah antara pasukan Afghanistan dan Taliban di Kunduz, kota di bagian utara, meskipun pemerintah menyatakan telah menguasai kembali sejumlah daerah penting.
Penduduk setempat mengatakan kepada BBC pihak milisi telah dipukul mundur ke pusat kota dan terjadi bentrokan serius di kantor gubernur.
Para pejabat mengatakan mereka membersihkan kota dari sisa-sisa milisi.
Taliban menyangkal kota tersebut telah diambil alih.
Juru bicaranya Zabihullah Mujahid mengatakan, "Bendera Taliban masih berkibar."
<link type="page"><caption> Penguasaan kota pada hari Senin oleh kelompok militan </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150928_dunia_kunduz_taliban" platform="highweb"/></link>merupakan suatu pukulan besar terhadap Presiden Ashraf Ghani setelah sekitar setahun berkuasa.
Serangan yang dilancarkan sebelum subuh dari tiga arah itu dipandang sebagai perebutan wilayah perkotaan paling besar selama beberapa tahun di Afghanistan.
Kunduz, dengan penduduk berjumlah sekitar 300 ribu orang, adalah salah satu kota terbesar negara itu.
Tempat ini penting secara strategis disamping sebagai pusat perhubungan dan lumbung pangan bagi kawasan.









