Taliban berkonsolidasi untuk mendukung pemimpin baru

Taliban
Keterangan gambar, Taliban diikat oleh ideologi yang jelas yang bisa mencegah perpecahan.

Kelompok Taliban Afghanistan mengatakan menyingkirkan perbedaan dan bersatu mendukung pemimpin barunya, Mullah Akhtan Mohammad Mansour.

Pernyataan itu muncul setelah ada upaya selama beberapa pekan untuk menyatukan gerakan di belakang <link type="page"><caption> penerus dan pendiri Taliban yang sudah meninggal, Mullah Mohammad Omar. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150729_dunia_mullah_omar" platform="highweb"/></link>

Taliban belakangan mengakui mereka sempat menutup-nutupi <link type="page"><caption> kematian mantan pemimpin mereka tersebut selama dua tahun lebih.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150831_dunia_taliban_omar" platform="highweb"/></link>

Setelah pengukuhan kematian itu, Mullah Mansour langsung ditunjuk sebagai emir yang baru, namun beberapa pengikut Mullah Omar dilaporkan menentangnya.

BBC berbicara dengan beberapa ahli Taliban untuk menyusun gambaran tentang bagaimana kelompok militan ini beroperasi di bawah pemimpin yang baru.

Struktur Taliban

Dan salah satu penentang utama atas kepemimpinan baru adalah saudara Mullah Omar dan putra sulungnya, yang mempertanyakan cara penunjukkan Mullah Mansour.

Namun belakangan keduanya menyatakan kesetiaan kepada pemimpin baru tersebut.

"Mullah Yaqoub, anak, dan Mullah Manan, saudara Mullah Omar, bersumpah setia kepada pemimpin baru daam upacara yang megah," jelas juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, kepada BBC tanpa menjelaskan lokasi upacara itu.

"Dan kini gerakan akan terus berlanjut dengan bentuk yang bersatu."

Taliban
Keterangan gambar, Juru bicara mengatakan upacara sumpah kesetiaan untuk Mullah Mansour berlangsung megah.

Dalam beberapa pekan belakangan, para komandan, pejuang, dan ulama Taliban dilaporkan keluar dan masuk Pakistan sebagai upaya untuk mencegah perpecahan.

Waheed Mozhdah -seorang ahli yang tinggal di Kabul dan pernah bekerja di Kementerian Luar Negeri Taliban pada masa kekuasaannya- mengatakan bahwa persatuan merupakan kunci utama bagi kelanjutan Taliban.

"Musuh mereka lebih kuat dan karena itu mereka tahu jika ada perbedaan maka mereka akan tersapu," kata Mozdah.

Sementara itu Barnett Rubin, ahli terkemuka tentang Afghanistan di Amerika Serikat, berpendapat Taliban terikat oleh ideologi jelas yang sejauh ini bisa mencegah perpecahan.

"Semuanya mengikuti komando emir. Ada beberapa individu yang membangkang dan keluar atau disingkirkan dari organisasi, tapi begitu mereka di luar, mereka kehilangan pengaruhnya."