'Anak-anak muda berumur 40-an tahun' dicemooh di media sosial – Apa hubungannya dengan ekonomi dan hierarki sosial di Korsel?

A man in a black beret and colourful scarf taking a photo in the mirror with his iPhone

Sumber gambar, Instagram / @detailance

Keterangan gambar, Ji Seung-ryeol, laki-laki berumur 41 tahun, tengah menjadi perbincangan di media sosial seantero Korea Selatan karena gaya busananya.
    • Penulis, Hyojung Kim
    • Peranan, BBC News Korean
  • Waktu membaca: 6 menit

Generasi Z di Korsel mencemooh generasi milenial yang mereka anggap "berusaha menjadi keren, padahal norak". Gejolak ekonomi dan sosial negara itu memantik perselisihan di media sosial ini.

Ji Seung-ryeol bangga dengan selera fesyennya.

Laki-laki berumur 41 tahun rajin mengunggah swafoto di depan cermin ke akun Instagram miliknya.

Di Instagram, semua orang tahu, semakin banyak Anda mendapatkan like, maka Anda akan merasa semakin keren.

Jadi, Ji bingung ketika mengetahui bahwa sejumlah laki-laki seusianya menjadi sasaran ejekan di media sosial.

Mereka dicemooh, dengan anggapan memaksakan diri mengenakan gaya fesyen yang diasosiasikan dengan Generasi Z dan milenial yang lebih muda.

Di Korsel belakangan muncul sebuah meme viral yang menunjukkan karikatur hasil AI yang dianggap mewakili dari laki-laki dengan usia setara Ji.

Meme itu berupa seorang laki-laki paruh baya. Dia mengenakan pakaian streetwear dan memegang iPhone. Anak-anak muda menyebut mereka dengan istilah 'anak muda berumur 40 tahun'.

Meme tersebut menjadikan sepatu Nike Air Jordan dan kaos Stüssy kesayangan Ji menjadi bahan lelucon, sekaligus sumber kemarahan.

"Saya hanya membeli dan mengenakan barang-barang yang sudah lama saya sukai, sekarang saya mampu membelinya," katanya kepada BBC.

"Mengapa ini harus diserang?" ujarnya.

An AI-generated image of a man in a black tracksuit

Sumber gambar, YouTube / @bottle_ta_ste

Keterangan gambar, Salah satu foto laki-laki berusia 40 tahun ke atas yang dihasilkan AI viral di Korsel.

iPhone memulai semuanya

Setelah pernah dipuja sebagai pelopor selera di tahun 1990-an, opini publik tentang orang berusia 40-an berubah setelah peluncuran iPhone pada 17 September 2025.

Ponsel pintar, yang sejak lama dianggap sebagai milik kaum muda, tiba-tiba dianggap sebagai ciri khas norak dari Generasi 40-an.

Menurut Jeong Ju-eun yang merupakan bagian dari Generasi Z, orang-orang berumur 40-an tahun itu berusaha terlalu keras untuk terlihat muda. Dia juga menuding, mereka "menolak untuk menerima bahwa waktu telah berlalu".

Sejumlah data tampaknya mencerminkan pergeseran dari pioner selera menjadi orang norak.

Meskipun mayoritas anak muda Korsel masih lebih menyukai iPhone daripada Samsung Galaxy, selama setahun terakhir pangsa pasar Apple turun 4% di antara konsumen Generasi Z.

Sebaliknya, pengguna Iphone naik 12% di kalangan orang-orang berusia 40-an, menurut penelitian Gallup.

Sesuatu yang serupa terjadi beberapa tahun yang lalu dengan Generasi Milenial Geriatrik, yang lahir di awal tahun 80-an, yang jenis humornya dicemooh sebagai sesuatu yang memalukan.

Fenomena ini ditandai dengan penggunaan emoji tertawa sambil menangis, kumis jari, dan kata "adulting".

Saat itu, perdebatan tentang Generasi Milenial Geriatrik memicu lelucon yang merendahkan diri sendiri, artikel opini, dan pengkultusan yang menentukan apakah Anda harus ikut mengejek atau menjadi sasaran ejekan.

Tren yang sama telah terjadi di Korsel dengan "generasi muda berumur 40-an tahun".

A woman looking at her phone in front of an iPhone advert in Seoul. Korean lettering promoting iPhones is written on the poster, alongside images of iPhones. The woman is wearing a white mask and is holding a clear plastic cup with a brown drink in it.

Sumber gambar, SOPA Images / Getty Images

Keterangan gambar, iPhone, yang sejak lama dianggap sebagai perangkat khusus anak muda, kini dipandang sebagai ciri khas "kaum muda berusia 40-an".

Di Korsel, perbedaan usia, bahkan hanya selisih satu tahun, menjadi dasar hierarki sosial.

Usia adalah salah satu hal pertama yang ditanyakan orang asing satu sama lain, yang menentukan suasana interaksi di masa depan: bagaimana mereka saling menyapa, siapa yang berhak membuka botol soju di pesta (biasanya orang tertua), dan ke arah mana harus memiringkan gelas minuman keras (jawaban yang benar: menjauh dari orang yang lebih tua).

Namun, meme "anak muda berumur 40-an tahun" juga menunjukkan meningkatnya skeptisisme kaum muda Korsel terhadap penghormatan yang hampir dipaksakan terhadap orang yang lebih tua ini.

Beberapa tahun yang lalu, istilah "kkondae" adalah kata kunci lain di kalangan anak muda negara ini, untuk menggambarkan jenis orang tua yang kaku dan merendahkan yang menyebalkan.

Gesekan semacam itu telah diperburuk oleh media sosial, di mana "berbagai generasi bercampur dalam ruang yang sama", kata Lee Jae-in, seorang profesor sosiologi di kampus Sejong Universitas Korea.

"Pola lama di mana generasi yang berbeda mengonsumsi ruang budaya yang terpisah sebagian besar telah hilang," ujarnya.

Generasi sandwich yang sadar diri

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Istilah "anak muda berumur 40-an tahun" yang dipopulerkan pada tahun 2010-an awalnya merujuk pada konsumen dengan jiwa muda.

Orang-orang dalam kelompok ini sadar kesehatan, aktif, dan nyaman dengan teknologi—demografi target penting bagi perusahaan yang tengah mengincar konsumen.

"Di masa lalu, orang-orang berusia 40-an dianggap sudah tua," kata Kim Yong-Sup, seorang analis tren yang secara luas dianggap sebagai pencetus istilah "anak muda berumur 40-an tahun".

Namun, kata Kim, seiring meningkatnya usia rata-rata masyarakat Korsel, orang-orang ini tidak lagi berada di ambang usia tua tetapi berada di pusat masyarakat.

Istilah pemasaran tersebut sejak itu telah berubah menjadi viral dan sarkastik.

Selama tahun lalu, "Young 40" disebutkan secara online lebih dari 100.000 kali.

Jumlah ini lebih dari setengah referensi tersebut digunakan dalam konteks negatif, menurut platform analitik SomeTrend. Banyak di antaranya muncul bersamaan dengan kata-kata seperti "tua" dan "menjijikkan".

Salah satu turunan dari meme tersebut adalah Sweet Young 40, sebuah label sarkastik untuk pria paruh baya yang suka menggoda perempuan muda.

People eat barbecue on tables and stools outside a restaurant.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Banyak orang muda Korsel menghadapi kenaikan harga rumah yang sangat tinggi dan persaingan ketat di pasar kerja.

Sebagian orang melihat lelucon tentang "anak muda berumur 40-an tahun" sebagai bentuk ejekan terhadap mereka yang berada di puncak karier: mereka adalah orang-orang yang mengumpulkan kekayaan di masa stabilitas ekonomi dan melonjaknya properti.

Di sisi lain adalah Gen Z dan milenial muda, yang lahir beberapa dekade kemudian. Mereka menghadapi harga rumah yang melambung tinggi dan persaingan ketat di pasar kerja.

Di mata mereka, "anak muda berumur 40-an tahun" mewakili "generasi yang berhasil melewati masa-masa sulit sebelum pintu kesempatan tertutup", menurut psikolog Oh Eun-kyung.

"Mereka dilihat bukan hanya sebagai individu dengan selera pribadi, tapi sebagai simbol hak istimewa dan kekuasaan," katanya. "Itulah mengapa energi ejekan difokuskan pada mereka."

Tetapi Ji, penggemar mode berusia 41 tahun yang hidup melalui apa yang disebut era keemasan, menceritakan versi cerita yang berbeda.

Sebagai lulusan muda yang memasuki pasar kerja selama krisis keuangan Asia di akhir tahun 1990-an, ia ingat mengirimkan sekitar 70 lamaran untuk mendapatkan pekerjaan.

Generasinya, kata Ji, adalah generasi yang hampir tidak memiliki hal-hal yang menyenangkan saat tumbuh dewasa, dan baru mulai menikmati berbagai hal kemudian, saat dewasa.

Ji smiles at the camera with his hands in his pockets. He is wearing an orange sweater and orange beanie.

Sumber gambar, Instagram / @detailance

Keterangan gambar, Ji mengatakan dia merasa "terjebak di antara" dua generasi.

Kini di tempat kerja, Ji sering mendapati dirinya terjepit di antara dua dunia.

Generasi di atasnya menjalankan "sistem yang ketat dan hierarkis di mana Anda melakukan apa yang diperintahkan", sementara di bawahnya adalah "generasi yang bertanya 'mengapa'".

"Kami adalah generasi yang telah mengalami kedua budaya tersebut. Kami merasa terjebak di tengah-tengah," ucap Ji.

Meskipun kemampuan untuk menjembatani dua generasi pernah menjadi suatu kehormatan, Ji mengatakan bahwa ia menjadi kurang percaya diri dalam berinteraksi dengan rekan kerja yang lebih muda karena takut dicap sebagai kkondae atau "anak muda berumur 40-an tahun".

"Saat ini, saya hampir tidak pernah mengadakan acara minum-minum," katanya.

"Saya mencoba untuk menjaga percakapan tetap fokus pada pekerjaan atau masalah karier, dan hanya berbagi cerita pribadi ketika diskusi menjadi lebih mendalam," ujarnya.

Menurut Kang, seorang pria berusia 41 tahun yang modis lainnya, yang menjadi inti dari meme "anak muda berumur 40-an tahun" adalah keinginan manusia yang mendalam.

"Seiring bertambahnya usia, kerinduan akan masa muda menjadi hal yang sepenuhnya alami. Keinginan untuk terlihat muda adalah sesuatu yang dimiliki setiap generasi," ujarnya.