Seperti apa pembangunan 'Gaza Baru' versi AS yang dilengkapi gedung-gedung pencakar langit?

Rencana AS untuk "Gaza Baru" dipresentasikan di Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Rencana AS untuk "Gaza Baru" dipresentasikan di Forum Ekonomi Dunia di Davos.
    • Penulis, David Gritten
    • Peranan, Jurnalis BBC News
  • Waktu membaca: 6 menit

Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan rencana mereka "membangun Gaza Baru"—proyek pembangunan dari nol wilayah Palestina yang hancur. Merujuk salindia presentasi resmi, AS akan membangun puluhan gedung pencakar langit, yang membentang di sepanjang pantai dan bekas perumahan di kawasan Rafah yang telah luluh lantak.

Presentasi proyek ini disampaikan selama seremoni penandatanganan "Dewan Perdamaian" yang digagas Presiden AS, Donald Trump, di sela kegiatan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (22/01).

Peta yang ditampilkan pemerintah AS juga menunjukkan rencana pengembangan kawasan perumahan, pertanian, dan industri baru secara bertahap, untuk populasi yang mereka targetkan sekitar 2,1 juta orang.

"Kami akan sangat sukses di Gaza. Ini akan menjadi hal yang luar biasa untuk disaksikan," kata Trump.

"Saya seorang profesional di bidang properti dan semuanya berkutat pada lokasi. Lihatlah lokasi ini di tepi laut. Lihatlah properti indah ini. Apa yang bisa diwujudkan bagi begitu banyak orang," ujarnya.

Presentasi proyek di Gaza di Davos itu disampaikan menantu Trump, Jared Kushner. Dia berkata, Gaza telah dijatuhi 90.000 ton amunisi. Oleh karenanya, kata dia, terdapat 60 juta ton puing-puing yang harus dibersihkan sebelum proyek ini berjalan.

"Pada awalnya, kami mempertimbangkan ide untuk mengatakan: 'Mari kita bangun zona bebas, dan kemudian kita punya zona Hamas.' Lalu kami berkata: 'Tahukah kalian, mari kita rencanakan kesuksesan yang luar biasa,'" kata Kushner dalam presentasi tersebut.

"Hamas menandatangani kesepakatan untuk mendemiliterisasi, itulah yang akan kami tegakkan. Orang-orang bertanya kepada kami apa rencana B kami. Kami tidak memiliki rencana B," tuturnya.

Gaza, Trump

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Menantu Presiden AS, Donald Trump, mempresentasikan rencana mertuanya terkait Gaza, Kamis (22/01), di Davos, Swiss.

Peta Rencana Induk AS menunjukkan zona-zona yang disediakan untuk "wisata pantai", di mana mereka akan membangun 180 menara apartemen.

Selain itu ada pula sejumlah zona untuk kawasan perumahan, kompleks pertanian dan industri, pusat data, manufaktur canggih, serta taman, dan fasilitas olahraga".

Sebuah pelabuhan laut dan bandara baru dekat perbatasan Mesir, juga masuk dalam perencanaan tersebut, sehingga akan ada "penyeberangan trilateral" di mana perbatasan Mesir dan Israel bertemu.

Palestinians walk past destroyed buildings in Khan Younis, southern Gaza (22 January 2026)

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, PBB mengestimasi sekitar 81% bangunan di Gaza hancur atau rusak.

Rekonstruksi akan dibagi menjadi empat fase, dimulai dari Rafah dan secara bertahap bergerak ke utara menuju Kota Gaza.

Peta yang dipresentasikan menantu Trump tersebut juga menampilkan strip tanah kosong yang membentang sepanjang perbatasan Mesir dan Israel.

Tampaknya garis ini menandai apa yang disebut sebagai "perimeter keamanan" dalam rencana perdamaian 20 poin Trump. Salah satunya, pasukan Israel akan tetap berada di sana "hingga Gaza benar-benar aman".

Screengrab of slide showing the US "Master Plan" map for the reconstruction of Gaza, which was shown during the signing ceremony for President Donald Trump's new Board of Peace, at the World Economic Forum in Davos, Switzerland (22 January 2026)

Sumber gambar, White House

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Dalam bagian presentasi lainnya, "Rafah Baru" disebut AS akan memiliki lebih dari 100.000 unit perumahan permanen, 200 pusat pendidikan, dan 75 fasilitas medis.

Awalnya, Rafah adalah kota paling selatan Gaza yang dihuni 280.000 jiwa. Tapi setelah serangan Israel, kota tersebut hancur lebur. Pembongkaran secara terkendali dilakukan selama serangan berlangsung, dan wilayah ini sudah dikuasai Israel.

Kushner mengatakan, dia yakin pembangunan "Rafah Baru" dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga tahun.

"Kami sudah mulai membersihkan puing-puing dan melakukan sebagian pembongkaran. Dan, kemudian Gaza Baru. Itu bisa menjadi harapan, bisa menjadi tujuan, dengan banyak industri."

Dalam beberapa minggu ke depan, kata Kushner, akan ada konferensi di Washington. Konferensi ini akan mengumumkan kontribusi negara-negara dan penjelasan mengenai "kesempatan investasi yang luar biasa" untuk sektor swasta.

Pada Februari 2025, pernyataan Trump telah memicu kemarahan di seluruh dunia saat ia mengusulkan agar warga Palestina di Gaza dapat dipindahkan secara permanen ke negara-negara tetangga.

Setelah itu, AS mengambil alih wilayah tersebut untuk mengubahnya menjadi "Riviera Timur Tengah".

Screengrab of slide showing the US plan for the construction "New Rafah", which was shown during the signing ceremony for President Donald Trump's new Board of Peace, at the World Economic Forum in Davos, Switzerland (22 January 2026)

Sumber gambar, White House

Kushner juga menyatakan, demiliterisasi Gaza "dimulai sekarang", dengan catatan bahwa "tanpa keamanan, maka tak ada yang akan berinvestasi".

Dia mengatakan, pemerintah Palestina teknokratik baru di wilayah tersebut, Komite Nasional untuk Pemerintahan Gaza (NCAG), akan "bekerja sama dengan Hamas dalam demiliterisasi untuk benar-benar menerapkan prinsip-prinsip yang disepakati dalam dokumen ke fase berikutnya".

Hamas sebelumnya menolak melucuti senjata tanpa pembentukan negara Palestina yang merdeka.

Namun Trump mengancam kelompok tersebut: "Mereka harus menyerahkan senjatanya, dan jika mereka tidak melakukannya, itu akan menjadi akhir bagi mereka."

Gaza

Sumber gambar, Anadolu via Getty Images

Keterangan gambar, Saat proyek pembangunan Gaza dipresentasikan di Davos, warga Gaza masih tersebar di berbagai pengungsian, termasuk di Jabalia yang berada di utara Jalur Gaza, seperti yang tampak pada potret tertanggal 22 Januari 206 ini.

Trump juga mendesak Hamas menyerahkan jenazah sandera Israel terakhir yang tewas di Gaza. Menurut Israel seharusnya sudah diserahkan sebelum fase kedua rencana perdamaian dimulai pekan lalu.

Pada fase pertama, Hamas dan Israel sepakat untuk gencatan senjata. Lalu, pertukaran semua sandera Israel yang masih hidup dan yang tewas di Gaza dengan warga Palestina yang ditahan di penjara Israel.

Lainnya adalah penarikan sebagian pasukan Israel, dan peningkatan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Bagaimanapun kesepakatan gencatan senjata ini rapuh sebab sedikitnya 477 warga Palestina tewas dalam serangan Israel selama tiga bulan terakhir, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza.

Militer Israel mengatakan tiga tentaranya tewas dalam serangan oleh kelompok bersenjata Palestina.

Dalam serangan terbaru, lima orang dilaporkan tewas akibat tembakan Israel di seluruh Gaza pada Kamis kemarin, empat di antaranya dalam serangan artileri di kawasan Zeitoun, timur Kota Gaza.

Kondisi kemanusiaan juga masih sangat parah. Hampir 1 juta orang kekurangan tempat tinggal yang memadai dan 1,6 juta orang menghadapi tingkat ketidakamanan pangan akut yang tinggi, menurut PBB.

Palestinian women mourn during the funeral for people reportedly killed in Israeli strikes, at al-Shifa hospital, Gaza City, northern Gaza (22 January 2026)

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Lima warga Palestina dilaporkan tewas dibunuh pasukan Israel di Gaza pada Kamis kemarin meskipun status dalam gencatan senjata.

Hamas mengeluarkan pernyataan pada Kamis (22/01) kemarin. Mereka menyatakan tetap berkomitmen pada kesepakatan Oktober dan menuduh Israel berusaha "mengganggu upaya internasional yang bertujuan memperkuat gencatan senjata".

Berbicara di Davos, Presiden Israel Isaac Herzog memuji "upaya Presiden Trump dan kepemimpinannya". Namun, ia memperingatkan: "Ujian sesungguhnya adalah Hamas meninggalkan Gaza".

Presiden Mahmoud Abbas dari Otoritas Palestina (PA), yang menguasai sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki, menyerukan implementasi penuh rencana perdamaian, termasuk penarikan pasukan Israel, dan peran sentral PA dalam mengelola Gaza.

Ketua NCAG, Ali Shaath, sementara itu mengumumkan, penyeberangan perbatasan Rafah dengan Mesir akan dibuka dua arah, minggu depan. Sebelumnya, penyeberangan tersebut sebagian besar ditutup sejak Mei 2024, ketika sebagian wilayah Palestina disita pasukan Israel.

"Pembukaan Rafah menandakan, Gaza tidak lagi tertutup bagi masa depan dan perang," katanya.