Afghanistan 'memerintahkan' serangan di Kunduz

Sumber gambar, AP
Militer Afghanistan meminta dilakukannya serangan udara yang menghantam klinik Medecins Sans Frontieres (MSF) di Kunduz yang menewaskan 22 orang, kata seorang jenderal Amerika Serikat.
Jenderal John Campbell juga mengatakan tidak seorang pun pasukan AS yang diserang saat itu.
MSF mengatakan usaha Afghanistan untuk membela serangan itu dapat dipandang sebagai 'suatu pengakuan kejahatan perang'.
Pasukan Afghanistan yang didukung AS kini sudah menguasai kembali sebagian besar Kunduz, yang sempat dikuasai Taliban minggu lalu.
<link type="page"><caption> Dua belas staf MSF dan sepuluh pasien tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151005_dunia_penyelidikan_kunduz" platform="highweb"/></link> ketika rumah sakit terkena serangan udara AS pada hari Sabtu (03/10).
MSF mengatakan layanan kesehatan mereka menentukan kehidupan ribuan orang di daerah perkotaan dan Afghanistan utara.
"Kami sekarang mengetahui bahwa pada tanggal 3 Oktober, pasukan Afghanistan mengusulkan untuk menyerang posisi musuh dan meminta dukungan udara dari Angkatan Udara AS," kata Jenderal Campbell, komandan tertinggi koalisi NATO pimpinan AS di Afghanistan.
"Sebuah serangan udara kemudian diperintahkan untuk mengatasi ancaman Taliban dan sejumlah warga warga sipil secara tidak sengaja menjadi korban."
Dia menyampaikan dukacita yang mendalam atas kematian warga sipil.









