MSF desak serangan rumah sakit Kunduz diselidiki

Sumber gambar, AP
Lembaga dokter tanpa perbatasan atau Medecins Sans Frontieres (MSF) menuntut penyelidikan independen dari badan internasional atas serangan udara terhadap rumah sakit mereka di Kunduz, Afghanistan.
Serangan itu mengakibatkan 10 pasien dan 12 anggota staf MSF <link type="page"><caption> menjadi korban tewas dalam serangan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151003_dunia_afghanistan" platform="highweb"/></link>yang menurut mereka dilakukan oleh kekuatan NATO pimpinan Amerika Serikat untuk mengambil alih Kota Kunduz dari Taliban.
Selain korban meninggal, puluhan terluka dan rumah sakit rusak berat akibat serangkaian serangan udara yang berlangsung lebih dari satu jam pada Sabtu (03/10) pukul 02.00 dini hari waktu setepat.
MSF mengatakan bahwa mereka meminta penyelidikan "di bawah asumsi yang jelas bahwa ada kejahatan perang yang sudah dilakukan".
Militer AS mengatakan bahwa mereka tengah menyelidiki insiden tersebut.

Sumber gambar, AFP
Lewat akun Twitter-nya, MSF mengatakan bahwa, "Rumah sakit berulang kali dan secara tepat disasar serangan udara, sementara area sekitarnya tak tersentuh. Tak satupun dari anggota atau staf kami melaporkan adanya pertikaian dalam kompleks rumah sakit sebelum serangan udara AS pada Sabtu pagi."
Pasukan Afghanistan kini dilaporkan <link type="page"><caption> sudah merebut kembali sebagian besar Kunduz</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151001_dunia_afghanistan_taliban" platform="highweb"/></link>, enam hari <link type="page"><caption> setelah Taliban menguasai kota tersebut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150928_dunia_kunduz_taliban" platform="highweb"/></link>.
MSF mengatakan bahwa mereka kini menarik sebagian besar stafnya dari area tersebut. Namun beberapa staf medis masih merawat korban luka di klinik-klinik lain.
"Rumah sakit MSF tak lagi berfungsi. Semua pasien kritis sudah dirujuk ke berbagai fasilitas kesehatan lain dan tak ada staf MSF yang bekerja di rumah sakit kami," kata juru bicara MSF kepada kantor berita AFP.
"Pada tahap ini, saya tak bisa mengonfirmasi apakah rumah sakit Kunduz akan dibuka lagi, atau tidak," katanya.

Sumber gambar, MSF
Menurut MSF, rumah sakit tersebut sangat penting bagi ribuan warga kota dan mereka yang tinggal di utara Afghanistan.
Presiden AS Barack Obama menyatakan rasa dukacita dan mengatakan akan menunggu hasil dari penyelidikan sebelum membuat keputusan yang pasti.
Militer AS mengatakan bahwa serangan yang menyasar Taliban di Kunduz mungkin telah menimbulkan "kerusakan kolateral" dan hasil dari berbagai penyelidikan awal multinasional akan tersedia "dalam beberapa hari".
"Selain itu, militer AS juga membuka penyelidikan formal...untuk menjalankan pemeriksaan yang menyeluruh dan komprehensif," tambah mereka.
PBB mengatakan serangan tersebut "tak beralasan dan mungkin adalah kejahatan", dan <link type="page"><caption> Sekjen PBB Ban Ki-moon sudah meminta investigasi menyeluruh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151004_dunia_afghanistan_bankimoon" platform="highweb"/></link> dan tak berpihak.









