Siswa bernilai bagus di India harus mengulang ujian

Sumber gambar, AP
Sebanyak 14 siswa yang berada di peringkat atas dalam ujian akhir di negara bagian Bihar, India, harus mengikuti ujian ulangan karena dicurigai berbuat curang.
Keputusan pemerintah Negara Bagian Bihar ditempuh setelah seorang murid, Ruby Rai, mengatakan kepada media TV setempat bahwa 'ilmu politik adalah tentang memasak'.
Video wawancara dengan siswa berusia 17 tahun itu dan beberapa siswa lainnya menyebar secara meluas di internet.
- <link type="page"><caption> Siswa 'menyontek' terang-terangan di India</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/03/150320_pendidikan_india_nyontek" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Siswa curang saat ujian diancam hukuman penjara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/151027_majalah_ujian_penjara" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Tertekan mau ujian, ada murid yang merokok</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/05/150511_majalah_sekolah_merokok" platform="highweb"/></link>
Tahun lalu, ketika ujian sekolah berlangsung di Bihar terlihat para orang tua memanjat dinding sekolah untuk memberi jawaban kepada anak-anak mereka.
Foto tentang para orang tua yang memanjat dinding sekolah tersebut menjadi berita di sejumlah negara dan mencoreng muka pemerintah, yang mulai tahun ini mengambil langkah tegas untuk mengatasi kecurangan saat ujian.

Sumber gambar, BBC World Service
Dan rendahnya tingkat kelulusan dalam hasil ujian yang diumumkan pekan lalu menjadi petunjuk bahwa langkah pengetatan yang ditempuh memang berhasil.
Namun kemudian video wawawancara dengan Ruby Rai beredar.
Merespons video tersebut, pemerintah mengatakan hasil ujian Rai dan juga Saurabh Shrestha -yang menduduki peringkat satu untuk mata pelajaran Sains- langsung dibatalkan. Saurabh tidak bisa menjawab soal kimia yang amat sederhana.
Keduanya, bersama 12 siswa lain yang mencatat hasil bagus, harus ikut ujian tertulis dan wawancara di depan dewan ahli pada Jumat, 3 Juni.











