Karena gaji rendah, guru Kamboja jadi perampok

Sumber gambar, AFP
Seorang guru sekolah dasar di Kamboja akhirnya berhasil ditangkap setelah buron selama lima tahun menjadi perampok bersenjata.
Kepolisian di ibu kota Phnom Penh menagtakan Moeng Sary yang berusia 62 tahun mengaku menjadi perampok karena gajinya sebagai guru amat kecil.
Selama lima tahun dia melakukan 37 perampokan dan kini didakwa dengan pencurian dan menggunakan senjata api tanpa izin, seperti dilaporkan Khmer Times.
- <link type="page"><caption> Bongkar pembalakan liar, pegiat Kamboja dapat penghargaan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160418_majalah_lingkungan_kamboja" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Dokter Kamboja penyebar HIV dihukum</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151203_dunia_kamboja_hiv" platform="highweb"/></link>
Mantan guru di Provinsi Prey Veng, Kamboja selatan, ini diidentifikasi polisi menyusul perampokan sebuah toko perhiasan, dengan membawa lari perhiasan dan uang tunai senilai Rp1,5 miliar setelah memukuli pemiliknya.

Sumber gambar, AFP
Dua anak buahnya diringkus lebih dulu, yang memastikan bahwa Sary merupakan pemimpin komplotan. Namun dia ditangkap secara kebetulan, ketika polisi sedang memeriksa sebuah proyek pembangunan di Phnom Penh.
Kepala polisi setempat, Chey Senghan, kepada Cambodia Post mengatakan Sary mengaku bahwa dia gajinya sebagai guru yang amat kecil yang mendorong dia memilih 'karier baru' walau usianya relatih sudah tua.
"Gagasannya amat kekanak-kanakan, seperti anak remaja," tambah Senghan.





