Bongkar pembalakan liar, pegiat Kamboja dapat penghargaan

leng

Sumber gambar, Goldman Environmental Prize

Keterangan gambar, Leng Ouch mengumpulkan bukti pelanggaran konsesi lahan dan pengusiran penduduk.

Operasi bawah tanah seorang pegiat yang memberikan informasi tentang skala pembalakan liar di hutan Kamboja, diakui dunia lewat pemberian penghargaan Goldman Environmental Prize.

Leng Ouch mengumpulkan bukti untuk mengungkap pelanggaran konsesi lahan (ELC) dan pengusiran penduduk dari rumah-rumah mereka.

Ia begitu keras mengecam pemerintah, sehingga nyawanya terancam, yang membuat Ouch bersembunyi.

  • <link type="page"><caption> Satgas bertemu Menteri Kehutanan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2010/04/100428_satgas" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Sidang perdana polisi pemilik rekening triliunan Rupiah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2013/10/131003_sidang_dakwaan_labora_sitorus" platform="highweb"/></link>

Pada tahun 2014, pemerintah membatalkan ELC 89.000 hektar hutan.

Meskipun demikian, Ouch mengatakan usaha perlindungan hutan tidaklah membaik.

"Keadaan memburuk dari tahun ke tahun," katanya kepada BBC.

"Tidak ada perbaikan, yang terjadi adalah semakin banyak kerusakan. Terjadi semakin banyak penggundulan hutan dan peningkatan permintaan dari luar negeri.

"Kita telah kehilangan jutaan hektar tanah lewat konsesi lahan."

Dilaporkan bahwa Kamboja memiliki tingkat penggundulan hutan tertinggi di dunia, hanya sekitar 20-30% hutan asli tersisa.

Salah satu pendorongnya adalah permintaan negara seperti Cina terkait kayu bernilai tinggi seharga US$50.000/m3 atau Rp658 juta/m3.