Siswa 'menyontek' terang-terangan di India.

Sumber gambar, Dipancar
Menyontek saat ujian sudah biasa terjadi di India, namun foto-foto baru menunjukan kecurangan terjadi dalam skala besar dan terang-terangan.
Saat ujian sekolah menengah yang diselenggarakan mulai Selasa sampai 24 Maret, sejumlah orang tua dan teman para siswa tertangkap foto memanjat dinding gedung tempat ujian untuk memberikan kunci jawaban.
Meskipun pengamanan diperketat, sejumlah besar siswa masih terlihat menyulundupkan buku pelajaran dan catatan waktu ujian berlangsung.
Kecurangan ini dilaporkan di Kabupaten Saharsa, Chhapra, Vaishali dan Hajipur.

Sumber gambar, BBC World Service
Wartawan BBC Hindi, Manish Saandilya melaporkan bahwa koran lokal sudah penuh dengan foto-foto orang tua dan keluarga yang membantu anaknya menyontek.
Sebagian foto bahkan menunjukan para polisi menerima sogokan.

Sumber gambar, BBC World Service
Wartawan foto, Dipankar, yang mengambil foto-foto di daerah Saharsa mengatakan bahwa siswa tidak terlihat khawatir saat menyontek dan para pejabat juga tidak akan engambil tindakan apapun terhadap siswa.
Larangan ujian
Dinpakar juga menyatakan hampir 20 orang tua yang mencoba membantu anak-anak mereka menyontek ditahan tapi mereka dibiarkan pergi setelah diberi peringatan.

Sumber gambar, BBC World Service
Di sebagian sekolah seperti di daerah Chhapra, sejumlah orang tua bahkan bentro dengan polisi.

Sumber gambar, BBC World Service
Mereka yang kedapatan menyontek dapat menghadapi sanksi larangan ujian selama tiga tahun , dipenjara atau membayar denda. Tetapi hukuman seperti ini jarang dilaporkan di Bihar.
Pejabat Kemerintaan Pendidikan mengatakan sekitar 400 siswa yang tertangkap menyontek telah dikeluarkan.

Sumber gambar, BBC World Service
Tetapi Kemerintaan Pendidikan sendiri menyatakan tidak dapat mencegah siswa menyontek tanpa bantuaan dari orang tua dan siswa.
" Apa yang bisa kita lakukan untuk menghentikan nyontek saat ujian jika siswa dan orang tua tidak berkerja sama? Haruskah pemerintah memberikan perintah untuk menembak mereka?" kata Menteri pendidikan PK Shahi seperti dikutipThe times of India.













