Tertekan mau ujian, ada murid yang merokok

Murid Inggris -di antaranya yang masih berusia 10 tahun- merokok dan mengonsumsi makanan 'sampah' serta minuman berenergi sebagai sarapan menjelang ujian.
Sebuah penelitian tahun lalu dengan responden 1.000 lebih murid yang ikut ujian SAT -atau tes kemampuan akademis- menemukan delapan orang merokok pada pagi hari ujian dan 37 makan cokelat.
Penelitian yang dilakukan Opinion Matters juga menemukan 55% responden khawatir nilai SAT yang buruk bisa berdampak pada masa depan mereka.
Murid kelas 6 SD Inggris akan mengikuti ujian SAT pada pekan ini.
Survei lain yang dilakukan produsen makanan sereal, Kellog's, menemukan 30 anak mengonsumsi minuman berkadar gula tinggi pada pagi hari ujian, sementara 45 anak memakan biskuit, 19 makan keripik kentang, dan sembilan lain menyantap sosis dan kue kering.

Sumber gambar, PA
Cokelat, biskuit, keripik kentang, kue kering, sosis serta minuman berenergi tinggi dianggap sebagai makanan dan minuman yang tidak sehat untuk anak-anak.
Penelitian Opinion Matters juga mengungkapkan 20% murid merasa amat tertekan untuk makan menjelang SAT dan satu dari delapan mengatakan tidak mau makan.
Di kalangan orang tua, seperlima atau 18% berpendapat perilaku anak-anak mereka semakin buruk pada masa ujian SAT.
Seorang ahli psikologi anak, Dr Claire Halsey, mengatakan jelas ada masalah jika anak-anak mengungkapkan kekhawatiran yang terlalu besar atas ujian sekolah.
"Merupakan hal alami untuk menghadapi tekanan agar bisa baik dalam setiap ujian, baik itu pada usia 10 maupun 11 tahun, namun hasil-hasil ini memperlihatkan SAT menjadi amat menekan."
Disarankan murid menyantap sarapan yang sehat untuk membantu keberhasilan ujian, sedangkan sarapan bersama antara para murid diperkirakan bisa membantu untuk saling menenangkan.










