Cegah radikalisasi, kepala sekolah diberi pelatihan khusus

Kadiza Sultana, Amira Abase and Shamima Begum

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kadiza Sultana, Amira Abase dan Shamima Begum -tiga siswi dari London timur- diduga telah berada di kota Raqqa, Suriah.

Para kepala sekolah di Inggris, yang khawatir para murid mereka menjadi sasaran radikalisasi, akan diberi pelatihan khusus melalui berbagai eminar.

Pelatihan ini akan diselenggarakan organisasi sekolah Association of School and College Leaders (ASCL) di sejumlah kota utama.

Peraturan baru yang diumumkan tahun ini mewajibkan sekolah untuk mengatasi radikalisasi, kata wartawan BBC Judith Burns.

Seminar akan dipimpin Kamal Hanif, ketua Waverley School Birmingham yang juga seorang ahli Islam dan masalah kewarganegaraan.

ASCL menyatakan tujuan program ini adalah memberikan dukungan dan panduan kepada para kepala sekolah setelah terjadi sejumlah kasus seperti <link type="page"><caption> tiga murid sekolah London yang pergi Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150315_inggris_isis" platform="highweb"/></link> pada Februari.

Mereka saat ini diduga berada di kota Raqqa, daerah kekuasaan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Keluarga para murid ini kemudian menyampaikan keluhan bahwa polisi, sekolah dan pemerintah setempat, dianggap gagal menyampaikan informasi yang mereka pandang dapat mencegah kepergian anak-anak mereka.

Peraturan untuk mengatasi terorisme, Counter Terrorism and Security Act, yang disahkan tahun ini mewajibkan lembaga pendidikan melakukan pencegahan agar anak-anak muda tidak melakukan tindak terorisme.