Keluarga remaja Inggris 'tidak berhenti menangis'

Sumber gambar, PA
Keluarga dari tiga remaja perempuan asal London yang hilang mengatakan tidak ada tanda-tanda mereka merencanakan pergi ke Suriah.
Amira Abase, Shamima Begum -keduanya berusia 15 tahun- dan Kadiza Sultana -16 tahun- <link type="page"><caption> terbang ke Turki pada hari Selasa (17/02) dan dikhawatirkan akan bergabung dengan kelompok militan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150221_tiga_siswa_london_gabung_isis" platform="highweb"/></link> yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Suriah.
Dalam konferensi pers kantor polisi Scotland Yard, kakak Shamima, Renu Begum, <link type="page"><caption> kembali mendesaknya untuk pulang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150219_inggris_suriah" platform="highweb"/></link> dan agar 'tidak melakukan hal yang bodoh'.
Dia menambahkan tidak ada tanda-tanda jika adiknya berpikir untuk pergi ke Suriah dan 'kehilangannya' menjadi 'lubang besar' dalam keluarga.
"Sama sekali tidak ada indikasi apapun. Dia seperti biasa. Tidak ada yang lain tentangnya. Tidak ada perubahan dalam perilaku atau apapun. Dia merupakan bayi kami, dia tetap menjadi dirinya sendiri," jelas Renu.

Sumber gambar, AFP
Shamira terakhir kali terlihat Selasa (17/02) pagi ketika diantarkan di halte bus karena mengaku ada kelas tambahan di sekolah.
"Kami tidak ingin dia melakukan sesuatu yang bodoh. Dia perempuan yang masuk akal. Kami hanya ingin dia pulang, kami ingin dia selamat," tegas Renu.
Amira ke 'pesta perkawinan'
Sementara itu ayah Amira, Abase Hussen, mengatakan putrinya mengaku akan pergi ke pesta perkawinan dan mengirim pesan telepon antara pukul 10.00 hingga 11.00.
"Dia mengatakan, 'ayah tempatnya agak jauh. Saya akan bersembahyang tengah hari dan akan pulang'. Dia tidak pulang ke rumah," tutur Hussen dalam konferensi pers di London.
Selasa malam, keluarga Amira melaporkan kehilangannya.
"Kami amat sedih dan amat tertekan. Pesan kami kepada Amira adalah pulang ke rumah. Kami kehilanganmu. Kami tidak berhenti menangis. Berpikirlah dua kali. Jangan pergi ke Suriah."
Hussen menegaskan putrinya tidak pernah membicarakan ketertarikan atas kelompok militan dengannya.

Sumber gambar, Reuters
"Dia tidak berani membahas hal seperti itu dengan kami. Dia tahu apa kelak jawabannya."
"Ingatlah bagaimana kami mencintaimu. Saudara-saudaramu tidak berhenti menangis."
Pertayaan untuk aparat keamanan
Halima Khanom -kakak sulung dari Kadiza Sultana- mengatakan keluarganya 'terluka' dan mendesaknya untuk menghubungi mereka.
"Temukan keberanian di dalam hatimu untuk menghubungi kami dan beri tahu kami bahwa kamu aman dan oke. Itu saja yang kami minta."
Kepolisian Inggrris mengatakan ketiga remaja perempuan itu masuk ke pesawat Turkish Airlines yang lepas landas dari Bandara Gatwick menuju Istanbul.
Ketiganya sempat diwawancarai karena seorang anak perempuan dari sekolah mereka -Bethnal Green Academy di London timur- pergi ke Suriah Desember tahun lalu namun tidak ada indikasi ketiganya juga berada 'dalam risiko'.
Aqsa Mahmood -yang berusia 20 tahun dan pergi ke Suriah sebagai 'pengantin jihad'- dilaporkan melakukan kontak lewat internet dengan salah satu dari ketiga remaja itu.
Keluarga Mahmood dalam pernyataannya mengatakan dia merupakan 'aib' bagi keluarga dan marah karena ada kemungkinan 'berperan dalam merekrut' Amira, Shamima, dan Kadiza.
"Bagaimanapun aparat keamanan menghadapi pertanyaan serius yang harus dijawab," tambah pernyataan itu.












