Wanita muda ISIS menyebarkan paham lewat internet

Sumber gambar, afp getty
Banyak wanita muda yang tinggal di daerah kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS menghabiskan waktu di internet untuk menyebarkan paham kehidupan 'khalifah' baru.
Pesan mereka di media sosial dan bahasa Inggris sehari-hari yang diwarnai peristilahan agama kadang tidak selalu tepat dan tidak sesuai dengan usia mereka, seperti dilaporkan wartawan BBC, James Longman.
Seringkali kata-kata yang dipakai berbentuk penghasutan serta memutarbalik pemahaman tentang peristiwa saat ini dan catatan sejarah.
Tetapi di dunia maya dan juga dalam sebuah perang tidak jelas yang semakin dipicu oleh propaganda, pesan-pesan seperti ini sangat didengar oleh semakin banyak generasi muda Inggris, baik wanita maupun pria.
Mereka memandang bahwa <link type="page"><caption> masa depan keagamaan dan rasa memiliki dapat dipenuhi oleh penduduk dari bagian dunia yang lain.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141026_khalifah_islam" platform="highweb"/></link>
Banyak warga Inggris
Dalam sebuah kajian yang baru dilakukan Institute for Strategic Dialogue diperkirakan sekitar 3.000 warga Eropa Barat mengunjungi Suriah dan Irak, dengan sekitar 500 orang diantaranya adalah wanita.
Sulit untuk mengetahui secara pasti seberapa banyak diantara mereka warga Inggris, tetapi akun di media sosial mengisyaratkan jumlahnya cukup berarti.
Laporan berjudul Becoming Mulan menemukan keinginan menciptakan 'rumah' baru Muslim menjadi daya tarik bagi wanita meskipun sebagian juga menyatakan keinginan untuk berperang.
Judul laporan itu mengutip seorang anak perempuan yang mengirim pesan di Twitter tentang keinginannya menjadi pejuang dengan mengunjungi Suriah.
"Kami memandang ini menarik karena acuan budaya pertamanya adalah sebuah film buatan Disney, menarik karena orang-orang ini warga Barat, tetapi pada saat yang sama mereka membenci masyarakat Barat," kata salah satu penulis laporan, Ross Frenett.









