Mengapa kekhalifahan Islam didukung?

khalifah

Sumber gambar, afp getty

Keterangan gambar, Dua pertiga warga Islam di Mesir, Maroko, Indonesia dan Pakistan mendukung khalifah baru.

Pada bulan Juni, kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS menyatakan pembentukan kekhalifahan yang meliputi sebagian wilayah Suriah dan Irak.

<link type="page"><caption> ISIS</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140924_isis_sandera.shtml" platform="highweb"/></link> yang terkenal brutal memang jauh dari pemahaman Islam pada umumnya tentang kekhalifahan, lapor wartawan BBC Edward Stourton.

Tetapi survei yang dilakukan Gallup pada tahun 2006 tentang warga Islam di Mesir, Maroko, Indonesia, dan Pakistan menyebutkan dua pertiga responden mendukung tujuan "menyatukan semua negara Islam" dalam sebuah khalifah baru.

Khalifah yang berasal dari kata Arab berarti wakil atau pengganti dan di al-Quran hal ini dikaitkan dengan pemerintahan yang adil.

Dan bagi warga Islam Sunni saat ini, yang kebanyakan hidup di bawah rezim otokratis, ide sebuah kekhalifahan berdasarkan prinsip pemerintahan tanpa paksaan, kemungkinan besar sangat menarik.

Kebesaran Islam

Emir and Caliph of Al-Andalus

Sumber gambar, alamy

Keterangan gambar, Abd-ar-Rahman III (889- 961) - Emir dan Khalifah Al-Andalus.

Sebagian penganut Islam juga tertarik dengan kekhalifahan karena hal ini membangkitkan kebesaran Islam.

Sepeninggal Nabi Muhammad, kepemimpinan diteruskan bergantian oleh empat Khalifah yang dikenal sebagai Khulafaur Rasyidin --kekhalifahan yang memperoleh petunjuk yang benar. Sesudahnya, memerintah kekhalifahan Bani Umayyah, lalu Bani Abbasiyah.

Masa Keemasan Islam juga ditandai dengan kebesaran pemikiran dan kreativitas kebudayaan.

Istana Abbasiyah di Baghdad menganggap penting sastra dan musik, di samping kemajuan bidang kedokteran, ilmu pengetahuan dan matematika.

Rekayasa?

ISIS menggunakan berbagai unsur sejarah kekhalifahan untuk mencapai tujuannya.

Seragam hitam dan bendera kelompok ini mirip dengan jubah hitam pakaian kerajaan Abbasiyah di abad ke delapan, kata ahli sejarah Hugh Kennedy.

Nama asli mereka, Negara Islam Irak dan Levant mengingatkan orang pada masa ketika tidak terdapat batas wilayah pada kedua negara.

Hal ini menyebabkan kedua wilayah ini menjadi bagian dari kekhalifahan besar Islam.

Dan keberhasilan ISIS sejauh ini menguasai sejumlah wilayah di Irak dan Suriah tampaknya dipandang mewakili kuatnya keinginan bagi terbentuknya kekhalifahan.