Video ISIS yang menguasai senjata dikaji Pentagon

Laksamana Muda John Kirby

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Laksamana Muda John Kirby mengatakan keaslian video NI tidak bisa dipastikan.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan sedang mengkaji video yang memperlihatkan kelompok yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS menguasai senjata AS.

Amerika Serikat mengirimkan bantuan militer lewat udara untuk para pejuang Kurdi yang berperang melawan ISIS di Suriah.

Juru bicara Pentagon, Laksamana Muda John Kirby, mengatakan sejumlah tumpukan yang berisi senjata ringan, amunisi, dan senapan lainnya memang dijatuhkan ke Suriah, Minggu 19 Oktober.

Namun dia tidak bisa memastikan apakah video militan Islam itu asli atau tidak.

Dia menambahkan Pentagon yakin bahwa sebagian besar dari bungkusan yang dijatuhkan untuk pejuang Kurdi di sekitar kota Kobani, diterima kelompok yang dituju walau diakui satu tumpukan jatuh di tangan yang tidak tepat.

<link type="page"><caption> Para pejuang Kurdi selama beberapa bulan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141014_negara_islam_kobani" platform="highweb"/></link> belakangan berupaya mempertahankan kota itu dari militan ISIS.

<link type="page"><caption> Dan puluhan ribu orang sudah mengungsi dari Kobani</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2014/10/141016_foto_pengungsi_kurdi" platform="highweb"/></link> karena pertarungan tersebut.

Kapal induk AS

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pentagon sudah menghabiskan US$424 juta dalam upayanya melawan militan Islam di Suriah dan Irak

Pentagon mengatakan sejauh ini sudah menghabiskan US$424 juta dalam upayanya melawan para militan di Suriah dan Irak, dengan perkiraan rata-rata US$7,6 juta per hari dalam bentuk serangan udara maupun dukungan lainnya, seperti penerbangan untuk memantau keadaan di darat.