Perang sengit ISIS dan Kurdi berlanjut di Kobane

Sumber gambar, epa
Tembak-menembak sengit terus terjadi di sekitar kota Suriah yang dikepung, Kobane, di dekat perbatasan dengan Turki.
Pejuang Kurdi yang didukung kekuatan udara pimpinan Amerika Serikat berusaha memukul mundur peningkatan serangan milisi kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.
Ribuan warga Kurdi Suriah melarikan diri dari kota tersebut.
Wartawan BBC di daerah tersebut melaporkan ledakan dan tembakan senapan mesin dapat terus terdengar.
Kelompok pegiat yang bermarkas di Inggris, Syrian Observatory, mengatakan pejuang wanita Kurdi melakukan serangan bunuh diri terhadap posisi kelompok Islamis dengan menggunakan bahan peledak.
Milisi telah mengepung kota tersebut selama tiga minggu.
Hari Kamis (02/10) Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu, berjanji akan melakukan segala cara untuk mencegah jatuhnya <link type="page"><caption> Kobane</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141003_isis_suriah_update.shtml" platform="highweb"/></link>.
"Kami tak akan membiarkan Kobane jatuh. Kami akan melakukan apapun yang kami bisa untuk mencegahnya.
Davutoglu mengatakan hal itu beberapa jam setelah parlemen Turki menyetujui operasi militer terhadap militan di Irak dan Suriah yang dinilai mengancam keamanan Turki dan tentara asing yang menggunakan pangkalan Turki.
Lebih dari 160.000 warga Suriah, kebanyakan bersuku Kurdi, telah mengungsi melintasi perbatasan sejak ISIS melancarkan serangan untuk merebut Kobane.









