Pejuang Kurdi akan diizinkan ke Suriah

Kobani

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Mevlut Mevlut Cavusoglu mengatakan Turki tidak ingin melihat Kobani jatuh.

Turki akan mengizinkan pejuang Kurdi melintasi perbatasan Suriah untuk menghadapi kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam di Kobani.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, menambahkan pembicaraan tentang hal tersebut masih berlanjut namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

<link type="page"><caption> Puluhan ribu orang mengungsi dari Kobani</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2014/10/141016_foto_pengungsi_kurdi" platform="highweb"/></link> selama beberapa bulan belakangan karena pertarungan antara pasukan Negara Islam dan <link type="page"><caption> warga Kurdi di Suriah yang </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141014_negara_islam_kobani" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> mempertahankan kota itu.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141014_negara_islam_kobani" platform="highweb"/></link>

Selama ini Turki menolak mengizinkan pejuang Kurdi dari negaranya melintasi perbatasan ke wilayah Suriah.

Pemerintah Ankara selama beberapa dekade terlibat konflik dengan PKK, yang mereka sebut sebagai organisasi terorisme.

PKK memperjuangkan otonomi yang lebih besar di Turki dan memiliki kaitan dengan pejuang Kurdi yang mempertahankan Kobani.

Namun Turki mendapat tekanan dari warga Kurdi di wilayahnya dan meminta agar membiarkan pejuangnya melintas ke Kobani untuk membantu mengusir militan NI.

Dan izin yang akan diberikan Turki ini merupakan perubahan kebijakan yang mengejutkan, seperti dilaporkan wartawan BBC, Mark Lowen, dari Istanbul.

"Turki tidak ingin melihat Kobani jatuh," tegas Cavusoglu.