Diduga bantu tiga siswi Inggris ke Suriah, seorang pria ditangkap

Shamima Begum, Amira Abase dan Kadiza Sultana

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Shamima Begum, Amira Abase dan Kadiza Sultana meninggalkan Inggris lewat Bandara Gatwick.

Seorang pria ditangkap atas dugaan membantu tiga siswi Inggris menyeberang ke Suriah dari wilayah Turki.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu dalam wawancara dengan televisi setempat.

"Apakah Anda tahu orang yang membantu anak-anak perempuan itu?

"Orang itu ditangkap. Ternyata ia adalah seseorang yang bekerja di badan intelijen suatu negara yang tergabung dalam koalisi," tutur menteri luar negeri Turki.

Ia tidak menyebut negara asal orang tersebut, tetapi hanya menyebutkan bahwa ia bekerja untuk badan intelijen suatu negara yang menjadi bagian dari koalisi menentang kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Pria itu, tambah Cavusoglu, juga bukan warga negara yang dilayaninya, dan bukan warga negara Amerika Serikat maupun negara anggota Uni Eropa.

Perkembangan terbaru ini telah disampaikan kepada Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond.

<link type="page"><caption> Tiga siswi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150224_inggris_isis_anak" platform="highweb"/></link> sekolah menengah atas, Shamima Begum, Amira Abase, keduanya 15, dan Kadiza Sultana, 16, meninggalkan Inggris bulan lalu dan diyakini bergabung dengan ISIS melalui Turki.