Tiga siswi Inggris dikhawatirkan telah di Suriah

Shamima Begum dan Amira Abase, keduanya 15, dan Kadiza Sultana

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Keluarga Shamima Begum, Amira Abase dan Kadiza Sultana menyerukan agar mereka pulang.

Kepolisian Inggris mengatakan tiga siswi yang terbang dari London ke Turki pekan lalu diyakini sekarang berada di Suriah dan dikhawatirkan ingin bergabung bersama kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Dalam pernyataannya, kepolisian mengatakan "sekarang ada alasan untuk meyakini bahwa mereka tidak ada di Turki lagi dan telah menyeberang ke Suriah".

"Polisi terus menjalin kerjasama erat dengan pihak berwenang Turki dalam penyelidikan ini," demikian bunyi pernyataan polisi.

Sumber-sumber di Suriah mengatakan kepada BBC bahwa ketiga anak tersebut, Shamima Begum dan Amira Abase, keduanya 15, dan Kadiza Sultana, 16, dibawa oleh para penyelundup menyeberang perbatasan di dekat kota Kilis empat atau lima hari lalu.

Polisi membantah <link type="page"><caption> terlambat memberitahukan kepada Turki</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150224_turki_inggris_isis" platform="highweb"/></link> tentang tiga anak Inggris yang diduga bepergian ke Suriah, kemungkinan besar bergabung ke kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Wakil Perdana Menteri Turki, Bulent Arinc, mengatakan aparat Turki akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan seandainya mendapatkan informasi lebih awal.

Namun Kepolisian Inggris menegaskan sudah mulai bekerja dengan pihak berwenang Turki sehari setelah tiga anak itu hilang.