Paspor enam warga Prancis disita karena 'akan' ke Suriah

Prancis

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Beberapa tersangka dilaporkan ke pihak berwenang lewat telepon saluran khusus.

Pihak berwenang Prancis untuk pertama kali menyita paspor milik enam warganya yang diduga akan bergabung dengan jihadis di Suriah.

Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve mengatakan dinas intelijen yakin para pria itu merencanakan bepergian ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Diambahkannya bahwa pihak berwenang mengambil tindakan setelah keberangkatan keenam pria tersebut diyakini semakin dekat.

Langkah penyitaan paspor ini masuk dalam undang-undang kontraterorisme yang disahkan November lalu.

Paspor dan identitas keenam pria tadi akan disita selama enam bulan dan setelah itu akan dikaji kembali namun mereka berhak mengajukan banding atas langkah itu di pengadilan.

Laporan-laporan di media Prancis mengatakan beberapa di antara pria itu dilaporkan ke pihak berwenang dengan menggunakan telepon saluran khusus yang baru.

Bernard Cazeneuve

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Bernard Cazeneuve mengatakan pihak berwenang mengambil tindakan karena keberangkatan semakin dekat.

Sementara itu dalam perkembangan lain <link type="page"><caption> Prancis sudah mengerahkan kapal induknya di lepas pantai Bahrain</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/02/150223_prancis_isis" platform="highweb"/></link> untuk digunakan melawan militan NI.

Pesawat-pesawat tempur dari kapal induk Charles de Gaulle akan digunakan untuk menyerang posisi-posisi IS di Irak, seperti dijelaskan juru bicara Kementerian Pertahanan Prancis, Jean-Yves Le Drian.

Pesawat pertama sudah lepas lantas Senin (23/02) subuh dari kapal induk yang berada sekitar 200km dari lepas pantai utara Bahrain.