Sejarah pelik Pakistan-Afghanistan melatarbelakangi ketegangan kedua negara

Afghanistan, pakistan

Sumber gambar, Aimal ZAHIR / AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Pasukan Taliban di Afghanistan mengoperasikan senjata anti-pesawat di dekat perbatasan Torkham, Provinsi Nangarhar, 27 Februari 2026.
    • Penulis, Aleks Phillips
    • Melaporkan dari, in London
    • Penulis, Farhat Javed
    • Peranan, Koresponden di Pakistan,
    • Penulis, Mahfouz Zubaide
  • Waktu membaca: 9 menit

Pakistan telah membombardir beberapa wilayah di Afghanistan pada Jumat (27/02), setelah Afghanistan mengumumkan serangan besar-besaran terhadap pos-pos militer Pakistan di dekat perbatasan.

Ini adalah peningkatan ketegangan terbaru Afghanistan dan Pakistan. Hal ini tidak lepas dari sejarah pelik antara dua negara bertetangga tersebut.

Pemerintah Taliban di Afghanistan mengatakan telah melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Pakistan di dekat perbatasan pada Kamis (26/02) malam.

Pakistan merespons dalam hitungan jam, dengan membombardir target di ibu kota Afghanistan, Kabul, serta provinsi Kandahar dan Paktika—provinsi Afghanistan yang dekat dengan perbatasan kedua negara yang membentang sepanjang 2.600 km.

Klaim dari kedua pihak masih terus bermunculan dan BBC belum mengonfirmasi apakah ada korban jiwa di kedua pihak.

Tentara Taliban melakukan patroli di Torkham

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Tentara Taliban melakukan patroli di Torkham, dekat dengan perbatasan dengan Pakistan.

Afghanistan dan Pakistan telah menyepakati gencatan senjata pada Oktober 2025 lalu setelah selama sepekan terjadi bentrokan yang mematikan.

Apa yang terjadi pada Kamis malam?

Laporan pertama muncul pada Kamis, 26 Februari 2026.

Serangan diluncurkan pada pukul 20:00 waktu setempat di sepanjang perbatasan di Provinsi Nangarhar, Nuristan, Kunar, Khost, Paktia, dan Paktika, menurut pernyataan dari pejabat Taliban.

Pakistan dengan cepat membalas.

Mereka mengatakan Taliban "salah perhitungan dan melepaskan tembakan di beberapa lokasi" di seberang perbatasan di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Pakistan membalasnya dengan "respons segera dan efektif".

Keterangan video, Lihat: Pakistan merilis rekaman yang diklaim menunjukkan serangan terhadap Kabul.

Kemudian, Pakistan melancarkan serangkaian serangan bom di Afghanistan pada Jumat (27/02) dini hari, dengan menyerang Kabul dan di provinsi-provinsi perbatasan.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban di Afghanistan, menerbitkan sebuah unggahan di X—yang kemudian dihapus. Unggahan itu menyatakan bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap posisi militer Pakistan di dekat perbatasan di Provinsi Kandahar dan Helmand, pada Jumat pagi (27/02).

BBC belum berhasil memverifikasi semua klaim tersebut.

Apa dampak dari serangan-serangan militer ini?

Rezim Taliban Afghanistan mengatakan telah melakukan serangan udara terhadap beberapa target di Pakistan pada Jumat pagi.

Sumber-sumber di pemerintahan Taliban mengatakan kepada BBC bahwa serangan tersebut dilakukan dengan pesawat drone yang diluncurkan dari Afghanistan.

Seorang perwira militer Pakistan mengonfirmasi bahwa drone tersebut menargetkan tiga lokasi, yaitu sekolah artileri tentara di Nowshehra, akademi militer di Abbottabad, serta satu lagi di dekat sekolah dasar di Swabi.

Dia mengklaim semua drone itu telah dihancurkan.

Serangan ini masih belum pernah terjadi sebelumnya.

Pakistan, Afghanistan

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Seorang anak Pakistan yang terluka menerima perawatan di sebuah rumah sakit di Bajaur, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, 27 Februari 2026 setelah pertempuran lintas perbatasan semalaman antara Pakistan dan Afghanistan.

Pasukan Taliban diperkirakan sangat bergantung pada drone komersial yang membawa bahan peledak hasil improvisasi, sehingga jangkauan dan kemampuan targetnya terbatas.

Seorang juru bicara tentara Pakistan mengatakan bahwa mereka telah menargetkan 22 situs militer di seluruh Afghanistan, termasuk Kabul dan Kandahar.

Mereka mengklaim serangan itu dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari korban sipil.

Dia mengklaim bahwa setidaknya 274 tentara Taliban Afghanistan telah tewas, dan 73 pos militer di Afghanistan dihancurkan dan 18 tentaranya ditangkap.

Diperkirakan 115 tank, kendaraan lapis baja, dan sistem artileri juga dihancurkan, katanya.

afghanistan, pakistan

Sumber gambar, Stringer/Anadolu via Getty Images

Keterangan gambar, Warga Afghanistan menghadiri upacara pemakaman seseorang setelah pesawat tempur Pakistan melakukan serangan udara di Afghanistan timur dan tenggara, Nangarhar, 22 Februari 2026.

Sebaliknya, menurutnya, 12 prajurit Pakistan tewas, 27 lainnya terluka, dan satu orang hilang dalam pertempuran.

Juru bicara Taliban Afghanistan, Mujahid, mengatakan 13 prajurit Taliban telah tewas dan 22 lainnya terluka, sementara 13 warga sipil terluka dan sejumlah orang tewas.

Dia secara khusus mengatakan rumah seorang petani di Jalalabad telah dibom dan sebagian besar keluarganya tewas, sementara sebuah sekolah agama di Paktika juga diserang.

Juru bicara Taliban mengatakan 55 tentara Pakistan telah tewas, 23 di antaranya jenazahnya telah dibawa kembali ke Afghanistan.

Dia juga mengatakan beberapa lainnya telah ditangkap hidup-hidup, sementara 19 pangkalan militer telah dihancurkan.

Sejarah pelik

Relasi antara Pakistan dan Afghanistan penuh gejolak dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelum penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan pada 2021, pemerintah Afghanistan saat itu secara rutin menuduh Pakistan memfasilitasi serangan Taliban terhadap pasukannya—serangan yang, menurut mereka, direncanakan dari wilayah Pakistan.

Pada periode tersebut, Pakistan membantah memiliki kaitan dengan Taliban. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan saat itu menyebut tuduhan tersebut "konyol".

Pakistan memainkan peran penting dalam memfasilitasi dan merundingkan Perjanjian Doha yang membuka jalan bagi keluarnya pasukan AS dari Afghanistan dan kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan dengan cepat.

Pakistan juga menjadi salah satu dari sedikit negara yang secara resmi mengakui pemerintahan Taliban ketika kelompok tersebut berkuasa di Afghanistan antara 1996 dan 2001.

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Namun ketegangan terbaru menunjukkan bahwa meski Taliban kembali berkuasa di Afghanistan, hubungan kedua negara tetap rapuh.

Pakistan menyatakan bahwa kelompok Tehrik i Taliban Pakistan (TTP)—yang juga dikenal sebagai Taliban Pakistan—melancarkan serangan terhadap wilayah Pakistan dari basis mereka di Afghanistan. Pakistan menuduh Taliban Afghanistan tidak mengambil langkah apa pun untuk menghentikannya.

"Setelah Taliban berkuasa di Afghanistan, Pakistan berharap kelompok seperti TTP… tidak lagi menerima dukungan seperti sebelumnya, dan bahwa situasi di perbatasan akan membaik — tetapi itu tidak terjadi," ujar mantan diplomat Pakistan, Masood Khan, kepada BBC.

Akan tetapi, hal ini tidak terlalu mengejutkan.

"Berbeda dengan pemerintah pada umumnya, Taliban Afghanistan bukanlah pemerintahan tradisional. Mereka berkuasa sebagai kelompok yang secara historis memiliki keterkaitan dengan TTP," ujar analis dan jurnalis Sami Yousafzai, yang lama memantau hubungan Afghanistan–Pakistan, kepada BBC.

"Jika Pakistan percaya bahwa Taliban Afghanistan akan menumpas atau mengusir TTP dari Afghanistan, itu adalah harapan yang tidak realistis," tambahnya.

Pada Oktober tahun lalu, Menteri Luar Negeri Afghanistan, Amir Khan Muttaqi, berkunjung ke New Delhi, menandai pemulihan hubungan diplomatik antara Afghanistan dan India—rival Pakistan.

Pada bulan yang sama, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, menuduh Afghanistan "berperang proksi untuk Delhi" dalam wawancaranya dengan media Geo News.

India secara konsisten membantah memberikan dukungan kepada elemen mana pun di Afghanistan yang bersifat anti Pakistan.

Meski demikian, pemulihan hubungan diplomatik antara India dan Afghanistan disebut sejumlah pengamat, termasuk Yousafzai, sebagai "kekalahan simbolis" bagi Pakistan.

Para pengamat menilai India tengah mencari peluang untuk berinvestasi di kawasan tersebut. Adapun Taliban berupaya mengakhiri isolasi internasional dengan membangun hubungan dengan negara negara di sekitarnya.

Namun Yousafzai menilai situasinya tidak sesederhana itu: "Kemampuan India untuk memberikan dukungan praktis kepada pemerintahan Taliban sangat terbatas, karena Kabul beroperasi dalam sistem ideologi jihad yang sangat ketat."

Hal ini, menurutnya, mungkin memberikan sedikit ketenangan bagi Islamabad.

Apa respons negara-negara lain?

Pakistan dan Afghanistan saling melempar tuduhan bahwa mereka diserang lebih dulu—dan keduanya mengklaim telah menimbulkan kerugian besar pada pihak lain.

Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan, pasukan negaranya mampu "menghancurkan" musuh-musuhnya, sementara menteri pertahanannya telah menyatakan "perang terbuka" terhadap Taliban di Afghanistan.

Rezim Taliban Afghanistan mengatakan "akan membalas jika kami diserang, tetapi kami tidak akan memulai bentrokan saat ini," kata juru bicara militer Taliban kepada BBC.

Juru bicara utama kelompok tersebut, Zabihullah Mujahid, mengatakan serangan itu telah menewaskan "banyak" tentara Pakistan dan menangkap yang lainnya—klaim yang dibantah oleh otoritas Pakistan.

Mosharraf Zaidi, juru bicara perdana menteri Pakistan, mengatakan 133 tentara Taliban Afghanistan telah tewas dan lebih dari 200 terluka pada Kamis malam. Sekali lagi, BBC belum dapat memverifikasi angka-angka ini.

Para pejabat PBB menyerukan agar kedua pihak menurunkan eskalasi pertempuran dalam waktu segera, sementara Iran, yang berbatasan dengan kedua negara, menawarkan diri untuk menjadi mediator.

Pakistan, afghanistan

Sumber gambar, Abdul BASIT / AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Tentara Pakistan berpatroli di dekat perbatasan Pakistan-Afghanistan di Chaman pada 27 Februari 2026, setelah pertempuran lintas perbatasan semalaman antara kedua negara.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mencatat bahwa saat ini adalah bulan Ramadan, "bulan pengendalian diri dan penguatan solidaritas di dunia Islam".

China, yang menganggap dirinya bersahabat dengan Afghanistan dan Pakistan, menyerukan gencatan senjata.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning mendesak mereka "tetap tenang dan menahan diri".

Menteri Luar Negeri Arab Saudi bertemu dengan mitranya dari Pakistan untuk membahas cara-cara mengurangi ketegangan.

Menteri Luar Negeri UK, Yvette Cooper, menyerukan agar kedua pihak melakukan dialog, seraya menambahkan bahwa Pakistan-Afghanistan harus "mengambil langkah segera menuju penurunan eskalasi" dan "menghindari kerugian lebih lanjut terhadap warga sipil".

Juru bicara Taliban Afghanistan, Mujahid, mengatakan pada Jumat bahwa "kami sekarang pun ingin masalah ini diselesaikan melalui dialog".

Mengapa ini terjadi?

Serangan udara ini terjadi setelah kedua negara selama berbulan-bulan menunjukkan sikap permusuhan.

Terakhir mereka saling bersitegang pada Oktober 2025. Setelah itu digelar gencatan senjata yang melibatkan Turki dan Qatar sebagai mediator.

Pakistan menuduh pemerintah Taliban Afghanistan mendukung "teroris anti-Pakistan" yang dituduh melakukan serangan bunuh diri di Pakistan, termasuk serangan baru-baru ini di sebuah masjid di Islamabad.

Klaim ini dibantah oleh pemerintah Taliban, yang berulang kali mengatakan bahwa wilayah Afghanistan tidak digunakan untuk mengancam keamanan negara lain.

pakistan, afghanistan

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Sejumlah warga Afghanistan yang terluka menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Jalalabad, Jumat (27/02), setelah sebuah mortir militer Pakistan menghantam kamp pengungsi di Provinsi Nangarhar.

Sebaliknya, Taliban menuduh Pakistan melakukan serangan yang menewaskan warga sipil. Pakistan mengatakan mereka hanya menargetkan kelompok militan.

Awal pekan ini, Pakistan melakukan beberapa serangan udara semalaman di Afghanistan, yang menurut Taliban menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

Apa yang membuat ketegangan kali ini berbeda?

Karena kalah persenjataan dari Pakistan yang memiliki persenjataan nuklir, para analis meyakini bahwa kecil kemungkinan Taliban akan berperang secara konvensional dengan Pakistan.

Namun, Taliban Afghanistan memiliki pengalaman luas dalam perang gerilya.

Yang membuat serangan terbaru Pakistan signifikan adalah mereka menargetkan fasilitas pemerintah Taliban, bukan target teroris di Afghanistan, kata Michael Kugelman, peneliti senior untuk Asia Selatan di Atlantic Council, kepada program Newsday BBC.

"Sekarang mereka menargetkan rezim [Taliban] itu sendiri," katanya.

Sementara itu, ucapan retoris dari Taliban menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk "melancarkan serangan tanpa henti" terhadap Pakistan— sebuah "situasi genting" yang dapat menyebabkan konflik nyata.

Kepala militer Taliban Afghanistan, Qari Muhammad Fasihuddin, mengatakan dalam pesan video pada Jumat bahwa Pakistan dapat mengharapkan "respons yang lebih tegas" di masa mendatang.

---

Laporan tambahan oleh tim BBC Afghanistan dan Urdu.