BNPB sebut banjir di Jakarta rendam ribuan rumah

Sumber gambar, AFP / Getty Images
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut banjir di DKI Jakarta mencapai sedikitnya 54 titik yang mengakibatkan ribuan rumah terendam.
Sebagaimana dipaparkan Sutopo Purwo Nugroho, selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, ada sebanyak 401 laporan mengenai banjir di Jakarta dan sekitarnya sejak hujan deras mengguyur pada Selasa (21/02) dini hari.

Sumber gambar, Noeratri

Sumber gambar, Ferry

Sumber gambar, Hadian Effendi

Sumber gambar, Hadian Effendi
Laporan-laporan itu kemudian dimasukkan ke dalam situs Petabencana.id sehingga daerah banjir dapat dipetakan. Saat ini terdapat 54 titik banjir dan genangan di Jakarta Selatan (11 titik), Jakarta Timur (29 titik) dan Jakarta Utara (14 titik).
"Dilaporkan ribuan rumah dan jalan terendam banjir dengan ketinggian bervariasi 10 -150 sentimeter. Tinggi banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, bervariasi antara 70 - 150 sentimeter. Banjir lebih disebabkan karena drainase perkotaan yang tidak mampu menampung aliran permukaan," kata Sutopo.

Sumber gambar, Petabencana.id

Sumber gambar, Heru Tri
Banjir di Jakarta telah terjadi selama beberapa hari, utamanya di sejumlah daerah yang berada di pinggir Sungai Ciliwung, seperti Kampung Pulo, Jakarta Timur, dan Bukit Duri, Jakarta Selatan.
Di dua kawasan ini, Pemprov DKI Jakarta telah membongkar ratusan rumah dalam bagian program normalisasi bantaran sungai.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengklaim bahwa banjir yang masih terjadi di sekitar Ciliwung adalah akibat dari belum rampungnya proyek normalisasi. Sejauh ini, menurutnya, program normalisasi baru berjalan 40%.

Sumber gambar, Reuters
Hujan terus mengguyur
Melalui pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi hujan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk sebagian Pulau Sumatera, Jabodetabek, dan sebagian besar Papua.
"Terkait dengan hal tersebut, masyarakat diharapkan tetap mewaspadai potensi peningkatan curah hujan yang dapat disertai angin kencang dan berpotensi mengakibatkan terjadinya banjir, tanah longsor, banjir bandang maupun genangan," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Yunus Swarinoto.









