Guru beragama Hindu menjadi korban kekerasan terbaru di Bangladesh

Bangladesh

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Unjuk rasa di ibu kota Bangladesh, Dhaka, mengecam pembunuhan atas umat minoritas, penulis sekuler, pegiat gay, dan akademisi.

Seorang guru beragama Hindu di Bangladesh diserang di pintu rumahnya oleh tiga pria bersenjata pisau sehingga ia berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Serangan di Madaripur ini merupakan yang terbaru dalam rangkaian kekerasan atas umat minoritas, penulis blog sekuler, pegiat gay, maupun akademisi di negeri tersebut.

Pekan lalu, Perdana Menteri Sheikh Hasina sudah menyatakan tekad untuk menangkap 'setiap dan semua pembunuh'.

  • <link type="page"><caption> Polisi Bangladesh menangkap 3.000 orang lagi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160613_dunia_bangladesh_militan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pekerja biara Hindu Dikeroyok hingga tewas di Bangladesh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160610_dunia_pekerja_biara_dibunuh" platform="highweb"/></link>

Ripon Charkavarti diserang ketika dia membuka pintu rumahnya setelah mendengar bel berbunyi.

Bangladesh

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kepolisian Bangladesh sudah menangkap sekitar 8.000 orang namun hanya 100-an lebih yang merupakan tersangka militan.

Polisi sedang memeriksa seorang dari tiga tersangka yang berhasil ditangkap oleh warga setempat ketika sedang berupaya melarikan diri.

Dalam dua pekan belakangan, seorang pekerja kuil Hindu, pendeta Hindu, pedagang umat Kristen, dan istri polisi antiteror dibunuh yang diduga dilakukan oleh militan Islam.

  • <link type="page"><caption> Bangladesh tangkap 900 dalam operasi antimilitan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160610_dunia_bangladesh_ekstremis" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pendeta Hindu dibunuh 'kelompok Islamis' Bangladesh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160607_dunia_bangladesh_hindu" platform="highweb"/></link>

Polisi Bangladesh sejak pekan lalu menggelar operasi atas tersangka kelompok militan Islam, yang selama ini dituding -maupun mengakui- melakukan serangan kekerasan tersebut.

Sekitar 8.000 orang sudah ditangkap dalam operasi tersebut namun polisi mengakui hanya 100-an lebih yang diduga menjadi kelompok militan dan sebagian besar adalah penjahat biasa.

Sekitar 40 orang dibunuh dalam sejumlah serangan umat minoritas, penulis blog sekuler, pegiat gay, maupun akademisi di Bangladesh dalam waktu tiga tahun terakhir.