Polisi Bangladesh menangkap 3.000 orang lagi

Bangladesh

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Operasi mengatasi militan Islam dilancarkan setelah 40 orang dibunuh dalam beberapa tahun terakhir.

Polisi Bangladesh mengatakan sudah menangkap 3.000 orang lagi sebagai bagian dari upaya dalam mengatasi militan Islam.

Namun hanya sekitar 119 yang diduga menjadi anggota dari dua kelompok militan yang menjadi sasaran utama polisi.

Dengan penangkapan terbaru ini maka total lebih dari 8.000 orang sudah ditangkap sejak pemerintah melancarkan operasi melawan para militan, yang dianggap berada di belakang serangan kekerasan atas bloger sekuler, akademisi, pegiat LGBT, maupun pemeluk agama minoritas.

  • <link type="page"><caption> Bangladesh tangkap 900 dalam operasi antimilitan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160610_dunia_bangladesh_ekstremis" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pekerja biara Hindu Dikeroyok hingga tewas di Bangladesh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160610_dunia_pekerja_biara_dibunuh" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pendeta Hindu dibunuh 'kelompok Islamis' Bangladesh</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160607_dunia_bangladesh_hindu" platform="highweb"/></link>

Sekitar 40 orang dibunuh dalam sejumlah serangan yang dituduhkan kepada -maupun diakui- militan Islam dalam waktu tiga tahun terakhir.

Bangladesh

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Shariful Islam -tersangka pembunuh pegiat gay, Xulhaz Mannan- ditangkap polisi di ibu kota Dhaka.

Namun kubu oposisi utama, Partai Nasionalis Bangladesh, menuduh pemerintah menggunakan upaya melawan militan Islam sebagai cara untuk menekan perbedaan politik.

Pemerintah Bangladesh mendapat kecaman dari masyarakat internasional karena rangkaian kekerasan atas bloger, pegiat gay, akademisi, dan anggota kelompok agama minoritas.

Perdana Menteri Sheikh Hasina akhir pekan lalu sudah menyatakan tekad untuk menangkap 'setiap dan semua pembunuh'.

Bagaimanapun Wakil Inspektur Jenderal Kepolisian, AKM Shahidur Rahma, mengatakan sebagian besar dari 8.000 lebih yang ditangkap adalah penjahat biasa.