Kapal perang AS berlayar di dekat pulau sengketa

Laut Cina Selatgan

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Cina sudah membangun landasan pacu ti pulau karang Fiery Cross.

Sebuah kapal Angkatan Laut Amerika Serikat berlayar mendekati pulau karang yang masih menjadi sengketa beberapa negara di Laut Cina Selatan.

Pelayaran itu digambarkan pemerintah Washington sebagai operasi 'kebebasan navigasi'.

Kapal mendekati pulau karang Fiery Cross, yang secara praktis dikuasai Amerika Serikat pada Selasa 10 Mei, seperti disampaikan pejabat Amerika Serikat.

  • <link type="page"><caption> Penyanyi terkenal Cina tampil di pulau sengketa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160504_dunia_cina_spratly" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pesawat Cina mendarat di karang sengketa Laut Cina Selatan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160418_dunia_cina_laut_cina" platform="highweb"/></link>

Cina menanggapi pelayaran itu dengan mengatakannya sebagai tindakan melanggar hukum dan 'merusak perdamaian wilayah'.

Kawasan pulau karang di Laut Cina Selatan itu masih menjadi sengketa antara Cina dan beberapa negara lainnya, antara lain Vietnam, Fillipina, dan Malaysia.

Protes di Vietnam

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Aksi Cina di kawasan pulau karang Laut Cina Selatan diprotes beberapa negara, antara lain Filipina.

Pemerintah Beijing sudah mengembangkan pulau karang Fiery Cross dengan melakukan reklamasi dan membangun landasan pacu serta beberapa gedung.

Mereka menegaskan pembangunan semata-mata untuk kepentingan sipil namun negara-negara tetangga mengkhawatirkan penggunaannya untuk tujuan militer.

Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Bill Urban, menyatakan operasi Angkatan Laut mereka dimaksudkan untuk 'menantang semua klaim maritim yang berlebihan dari beberapa pihak di Laut Cina Selatan.'

Sementara juru bicara Kementrian Luar Negeri Cina, Lu Kang, menanggapi dengan menyebut kapal Amerika serikat 'mengancam kedaulatan Cina dan kepentingan keamanan' serta 'merusak perdamaian dan stabilitas kawasan'.