Lagi, Cina daratkan pesawat di wilayah sengketa Laut Cina Selatan

Sumber gambar, XINHUA
Cina mendaratkan dua pesawat sipil di sebuah <link type="page"><caption> pulau buatan di Laut Cina Selatan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151215_majalah_cina_lautselatan" platform="highweb"/></link> yang menjadi sengketa sejumlah negara.
Kantor berita Xinhua merilis beberapa foto dua pesawat jet komersial di Fiery Cross Reef, yang dalam versi pemerintah Cina disebut Yongshu.
Pesawat milik maskapai China Southern dan Hainan Airlines itu lepas dari Bandara Haikou pada Rabu (06/01) pagi dan mendarat di Fiery Cross sekitar pukul 10.30. Kedua pesawat itu kembali ke Cina daratan pada sore hari.
Foto-foto menunjukkan kedua pesawat mendarat di landasan baru yang disebut Xinhua, ‘bandara paling selatan negara kita’

Pendaratan serupa pada 2 Januari lalu <link type="page"><caption> memantik protes dari Kementerian Luar Negeri Vietnam</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160103_dunia_cina_vietnam_pesawat" platform="highweb"/></link> yang mengatakan lapangan terbang itu dibangun secara ilegal di perairan Kepulauan Spratly yang tercakup dalam wilayah Vietnam.
Sebaliknya, pemerintah Cina menegaskan bahwa kawasan Kepulauan Spratly ialah kepunyaan Cina sehingga pendaratan pesawat di wilayah tersebut tidak melanggar kedaulatan negara manapun.
Gugusan kepulauan di perairan tersebut menjadi sengketa antara Cina, Vietnam, dan Filipina.
Akan tetapi, beragam foto-foto satelit yang dilansir majalah kajian pertahanan IHS Jane's Defence Weekly pada April lalu menunjukkan Cina membuat lapangan terbang di Fiery Cross Reef yang masuk dalam kawasan Kepulauan Spratly.









