Jumlah perempuan di parlemen Iran mencapai rekor

Jumlah perempuan dalam parlemen Iran tidak pernah mencapai belasan orang.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Jumlah perempuan dalam parlemen Iran tidak pernah mencapai belasan orang.

Untuk pertama kalinya sejak sebelum Revolusi Islam 1979, jumlah perempuan di parlemen Iran mencapai 6% dari 290 legislator.

Hasil tersebut dipuji Presiden Iran, Hassan Rouhani. Dia mengucapkan selamat kepada ke-17 perempuan kandidat terpilih.

“Rakyat memilih kandidat terbaik pada pemilihan 26 Februari dan 29 April,” kata Rouhani, merujuk pada pemilihan putaran ulang, pada akhir bulan lalu.

  • <link type="page"><caption> Pemilu Iran: Kubu moderat dan reformis unggul</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160228_dunia_iran_pemilu" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Penghitungan suara pemilu Iran digelar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160227_dunia_iran_pemilu_penghitungan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Iran bentuk satgas tangani wanita yang tak berkerudung</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160418_majalah_iran_kerudung" platform="highweb"/></link>
Pada pemilihan putaran ulang, ada empat perempuan kandidat yang terpilih menjadi anggota parlemen. Mereka menambah 13 perempuan yang terlebih dahulu terpilih pada pemilihan Februari.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pada pemilihan putaran ulang, ada empat perempuan kandidat yang terpilih menjadi anggota parlemen. Mereka menambah 13 perempuan yang terlebih dahulu terpilih pada pemilihan Februari.

Pemilihan putaran ulang digelar di wilayah-wilayah yang tidak memiliki pemenang mutlak atau yang mencapai lebih dari 25% suara saat pemilihan legislatif putaran pertama diadakan pada Februari lalu.

Pada pemilihan putaran ulang, ada empat perempuan kandidat yang terpilih menjadi anggota parlemen. Mereka menambah 13 perempuan yang terlebih dahulu terpilih pada pemilihan Februari.

Wartawan BBC Persia, Kasra Naji, mengatakan hasil itu menandakan perubahan besar dalam hal sokongan rakyat terhadap kubu Islam konservatif.

Pasalnya, di antara 290 anggota parlemen yang baru terpilih, hanya terdapat 26% figur ulama konservatif. Jumlah ini merupakan penurunan dibandingkan dengan 164 ulama yang menjadi anggota parlemen setelah Revolusi Islam 1979.

Proporsi perempuan dalam parlemen di berbagai negara

  • 64% - Rwanda
  • 53% - Bolivia
  • 49% - Kuba
  • 44% - Swedia, Seychelles
  • 29% - Inggris
  • 24% - China, Estonia, Vietnam
  • 19% - Tajikistan, Amerika Serikat
  • 17,32% - Indonesia
  • 12% - India, Sierra Leone, Suriah
  • 6% - Nigeria, Thailand, dan kini Iran
  • 3% - Libanon dan Papua Nugini