Garis keras Iran tuding moderat-reformis berkonspirasi dengan barat

Sumber gambar, AFP
Seorang ulama terkemuka Iran, Sadeq Larijani, menuding kubu reformis melakukan konspirasi dengan Barat untuk membuat kubu garis keras, kalah dalam pemilihan majelis ahli.
Jutaan masyarakat Iran memberikan suara untuk memilih 88 anggota majelis yang bertugas untuk memilih pemimpin tertinggi Iran tersebut.
Selain itu, pemilih juga memberikan hak suaranya untuk memilih 290 anggota parlemen Iran.
Semua kursi di ibukota Iran, Tehran, dimenangkan oleh kubu reformis dan moderat.

Sumber gambar, BBc
Larijani menuding kubu reformis telah bekerja sama dengan “media-media asal Amerika dan Inggirs” selama pemilihan.
“Apakah ini salah satu upaya yang dilakukan bersama pihak asing untuk membuat orang-orang tersebut unggul di Majelis Ahli demi keuntungan rezim yang berkuasa?” ungkap Larijani.
Dalam hasil penghitungan awal, mantan presiden Iran, Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, seorang konservatif moderat, dan reformis Iran, Presiden Hassan Rouhani mendapat suara terbayak di Majelis.
Pemilihan ini amatlah penting bagi Iran, mengingat pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, telah berusia 76 tahun dan sakit-sakitan.

Sumber gambar, Getty
Di samping itu, pemilihan Majelis Ahli tahun ini juga menandai pertama kalinya warga Iran memberikan suara, sejak kesepakatan nuklir dan dicabutnya sanksi internasional, tahun lalu.
Untuk pemilihan anggota parlemen, hasil pemilihan di Tehran penting, karena para anggota parlemen di ibukota Iran itulah yang biasanya menentukan arah politik, ungkap analis.
Namun, dengan hasil penghitungan suara di luar Tehran yang ‘seimbang’, analis menilai tidak akan ada, baik dari kubu reformis maupun dari kubu garis keras, yang akan mendominasi parlemen.









