Pemilu Iran: Kubu moderat dan reformis unggul

Sumber gambar,
Kubu moderat dan reformis di Iran, termasuk Presiden Hassan Rouhani, memimpin perolehan suara sementara setelah pemilu legislatif digelar pada Jumat (26/02), ungkap hasil awal.
Rouhani dan mantan Presiden Akbar Hashemi Rafsanjani <link type="page"><caption> memimpin pemilu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160227_dunia_iran_pemilu_penghitungan" platform="highweb"/></link> untuk Majelis 88 - anggota Ahli, yang akan menunjuk Pemimpin Tertinggi Iran.
Di parlemen, para reformis diprediksi untuk memenangkan hampir semua dari 30 kursi, yang akan memberi dukungan kepada presiden.
Pemilu kali ini adalah yang pertama sejak Iran mencapai kesepakatan nuklir dengan para negara adidaya.
Hasilnya bisa mempengaruhi peluang Rouhani untuk terpilih kembali pada tahun 2017.
Pemilu digelar untuk memilih 290 kursi di parlemen serta Majelis Ahli, sebuah dewan ulama yang akan memilih pemimpin tertinggi Iran.
Mereka mungkin akan memilih pengganti Ayatollah Khamenei yang berusia 76 tahun dan telah menderita masalah kesehatan.
Lebih dari setengah warga Iran berusia di bawah 35 tahun tapi tingkat pengangguran kaum muda adalah 25% - lebih dari dua setengah kali angka rata-rata nasional.
Namun, kubu konservatif mengatakan pertumbuhan ekonomi cenderung akan terjadi karena produksi dalam negeri melalui apa yang mereka gambarkan sebagai "perlawanan ekonomi" yang mengacu pada cita-cita Revolusi Islam tahun 1979 di negara tersebut.









