Kubu reformis Iran rebut 30 kursi parlemen di Teheran

Sumber gambar, Reuters
Sekutu Presiden Iran, Hassan Rouhani, meraih kemenangan besar di ibukota Teheran dalam pemilihan parlemen pertama sejak Iran mencapai kesepakatan nuklir dengan negara-negara kuat dunia.
Dengan 90% suara yang sudah dihitung sejauh ini, <link type="page"><caption> pendukung Presiden Rouhani -yang beraliran reformis-</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160228_dunia_iran_pemilu" platform="highweb"/></link> akan meraih seluruh 30 kursi parlemen di Teheran.
Sementara calon utama kubu konservatif, Gholamali Haddad-Adel, berada di peringkat ke-31.
Para pengamat mengatakan hasil untuk parlemen di ibukota Teheran ini bermakna penting karena mereka yang biasanya menentukan arah politik parlemen.
Bagaimanapun kubu reformis tampaknya tidak mencapai hasil yang baik untuk wilayah pemilihan di luar ibukota.
<link type="page"><caption> Jutaan warga Iran memberikan suara Jumat (26/02),</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160226_dunia_iran_pemilu" platform="highweb"/></link> untuk memilih 290 kursi parlemen nasional dan anggota Majelis Ahli yang berpengaruh.
Majelis Ahli, yang beranggota 88 orang, akan menunjuk pemimpin agung Iran, yang kemungkinan besar menggantikan Ayatullah Khamenei, yang saat ini berusia 76 tahun dan dalam kondisi sakit.
<link type="page"><caption> Iran mencapai kesepakatan nuklir dengan kekuatan dunia pada pertengahan 2015</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160228_dunia_iran_pemilu" platform="highweb"/></link> untuk membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi.









