Iran menghukum penjara empat wartawan

Iran

Sumber gambar, AFP

Organisasi pegiat kebebasan media di Amerika Serikat, CPJ, mengecam hukuman penjara lima hingga 10 tahun atas empat wartawan di Iran.

CPJ atau Komite Perlindungan Jurnalis, juga mendesak pemerintah di Teheran mengubah undang-undang yang selama ini memungkinkan 'gangguan' atas para wartawan.

Afarin Chitsaz, Ehsan Mazandarani, Saman Safarzai, dan Davud Asadi dinyatakan bersalah dalam beberapa dakwaan, antara lain mengganggu keamanan nasional.

  • <link type="page"><caption> Media Iran kecam polisi rahasia pengawas tingkah laku</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160419_dunia_iran_polisi" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Iran bentuk satgas tangani wanita yang tak berkerudung</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160418_majalah_iran_kerudung" platform="highweb"/></link>

Keempatnya ditangkap pada November tahun lalu sebagai bagian dari tindakan yang dianggap sebagai pemberangusan atas pengkritik pemerintah oleh kelompok garis keras.

Penulis, seniman, dan budayawan juga termasuk yang ditangkapi menjelang pemilihan parlemen dan Majelis Ahli pada Februari lalu.

Presiden Hassan Rouhani

Sumber gambar, MEHR

Keterangan gambar, Presiden Rouhani dalam beberapa pidatonya menyerukan kebebasan pers yang lebih besar.

Dalam pemilihan itu, kubu pendukung Presiden Hassan Rouhani yang beraliran moderat memperoleh tambahan suara.

Keempat wartawan yang diganjar hukuman penjara oleh pengadilan di Teheran, Selasa (26/04), memiliki waktu 21 hari untuk mengajukan banding.

Mereka dituduh 'membuka jalanbagi infiltasi Amerika Seriakt ke negara itu' setelah ditangkap bersama dengan seorang wartawan terkenal, Isa Saharkhiz, oleh Garda Pengawal Revolusi, seperti dilaporkan kantor berita Iran, ILNA.

"Menyatakan wartawan bersalah dalam tindakan melawan keamanan nasional menggarisbawahi perubahan undang-undang yang mengarah pada gangguan dan pemenejaraan media," kata Sherif Mansour dari CPJ.

Presiden Rouhani dalam beberapa pidatonya menyerukan kebebasan pers yang lebih besar.