Ulama pembangkang Iran meninggal

Salah seorang ulama pembangkang Iran, Ayatollah Hoseyn Ali Montazeri meninggal dunia dalam usia 87 tahun.
Hoseyn Ali Montazeri merupakan salah seorang tokoh revolusi tahun 1979 yang membentuk negara Islam Iran, dan pernah hampir menjadi pemimpin.
Wartawan BBC Jon Leyne mengatakan kematian Montazeri terjadi pada saat masih terjadi sengketa antara pemerintah dan pihak oposisi.
Para pejabat Iran khawatir pihak oposisi akan mengupayakan kehadiran warga dalam jumlah besar untuk pemakaman serta peringatan kematian Montazeri, khususnya menjelang festival Shiah Ashura tanggal 27 Desember, kata Leyne.
Sengketa
Putra Montazeri mengatakan kepada BBC bahwa ayahnya meninggal secara wajar.
Kantor berita Irna melaporkan: "Hoseyn Ali Montazeri meninggal dunia di kediamannya tadi (Sabtu) malam."
Montazeri mengeluarkan fatwa mengecam pemerintahan Presiden Ahmadinejad setelah pemilihan presiden yang dipersengketakan.
Namun langkah itu bukan merupakan sengketa pertamanya dengan pemerintah.
Ia berulang kali menuduh pemerintah menjalankan pemerintahan secara diktator atas nama Islam dan ia mengatakan liberalisasi yang seharusnya terjadi setelah revolusi 1979 tidak pernah terjadi.
Selama hidupnya, ulama ini berubah menjadi salah satu pilar revolusi Islam menjadi salah satu kritikus pemerintahan paling keras.
Ia sempat akan menggantikan pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini, namun kedua belah pihak tidak sependapat soal hak asasi beberapa bulan sebelum Khomeini meninggal karena kanker tahun 1989.
Pada tahun 1997 ia pernah bentrok dengan pengganti Khmeini, Ayatollah Ali Khamenei, setelah mempertanyakan kewenangan pemimpin spiritual itu.
Sengketa ini menyebabkan ditutupnya madrasah milik Montazeri dan terjadinya serangan terhadap kantornya di Qom. Ia kemudian menjalani tahanan rumah selama enam tahun.









