Media Iran kecam polisi rahasia pengawas tingkah laku

iran

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Salah satu prioritas kerja satgas adalah mengawasi wanita yang menanggalkan kerudung saat di dalam kendaraan.

Media sosial dan sejumlah koran di Iran menyatakan kekhawatiran terkait terungkapnya sekitar 7.000 polisi rahasia yang ditugaskan untuk mengawasi tingkah laku masyakarat di jalan-jalan kota Teheran.

Komandan polisi ibu kota Iran mengumumkan pasukan baru tersebut pada hari Senin (18 April) dan mengatakan salah satu prioritas mereka adalah mengawasi wanita yang menanggalkan kerudung saat berada di dalam kendaraan.

  • <link type="page"><caption> Iran bentuk satgas tangani wanita yang tak berkerudung</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160418_majalah_iran_kerudung" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Air France izinkan pegawai yang menolak terbang ke Iran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160404_majalah_airfrance_kerudung" platform="highweb"/></link>

Beberapa surat kabar moderat dan reformis memandang langkah ini sebagai penertiban moral rahasia yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan.

Di internet, sejumlah orang mengisyaratkan bahwa pasukan tersebut sebenarnya dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih baik seperti untuk mengatasi korupsi dan penyelundupan.

Anggota satuan tugas ini tidak diharapkan untuk menghadapi secara langsung pihak-pihak yang melanggar peraturan, tetapi mereka akan melaporkannya kepada polisi umum.

"Mengatasi jilbab yang buruk dan pencabutan kerudung di dalam kendaraan, mengendarai kendaraan dengan ceroboh, melecehkan wanita dan menghentikan polusi adalah menjadi prioritas bagi para agen," kata komandan polisi Teheran, Jenderal Hossein Sajedinia seperti dikutip kantor berita AFP.