Iran bredel koran reformis

Pemerintah Iran menghentikan peredaran koran reformasi terbesar di negara itu, Etemaad, dengan alasan media itu melanggar UU media setempat.
Pemerintah Iran juga menghentikan penerbitan sebuah koran reformis dimana direkturnya adalah anak pemimpin oposisi Iran, Mehdi Karroubi.
Hossein Karroubi mengatakan pada BBC bahwa korannya, Iran Dokht, menjadi sasaran karena ayahnya adalah seorang pegiat politik.
Pekan lalu Mehdi Karroubi dipukuli sekelompok aparat Iran di tengah sebuah aksi demonstrasi.
Masing-masing Karroubi dan pimpinan oposisi Mir Hossein Mousavi mengambil bagian dalam aksi pada tanggal 11 Februari memperingati revolusi Islam Iran, saat mereka dilaporkan dipukuli oleh milisi Basij yang pro pemerintah.
Serangan di kantor
Dalam sebuah wawancara dengan TV BBC Persia, Hossein Karroubi mengatakan beberapa hari lalu, seorang pejabat resmi Iran mengatakan pada ibunya, yang menjadi pemilik jurnal Iran Dokht.
Pejabat itu mengkritik sikap politik para pimpinan oposisi.
Hossein Karroubi mengatakan tiga bulan lalu telah terjadi serangan terhadap kantor-kantor media tersebut dimana penyerang mengangkut "lima atau enam" komputer mereka.
Sementara peredaran koran Etemaad dilakukan Dewan Pengawas Media Iran, yang mengatakan koran itu telah berkali-kali melanggar UU media massa.
Menurut pengamat pada Senin kemarin koran itu baru saja menuliskan berita tentang rekasi setelah diputarnya sebuah film yang menunjukkan serangan polisi terhadap Universitas Teheran Juni lalu, hanya berselang tiga hari setelah pemilu.
Pejabat pengawas media Mohammad Ali Ramin mengatakan dalam sebuah siaran televisi pemerintah bahwa pelarangan itu "merupakan keputusan pahit namun terpaksa dilakukan karena pelanggaran hukum berkali-kali," lapor kantor berita AFP.
Sebuah publikasi lain, Sina, sebuah koran daerah mingguan, juga dilarang terbit, karena dituding beroperasi melawan undang-undang.









