Pertemuan Prabowo Subianto dan Yenny Wahid, manuver 'menggembosi' Muhaimin, dan upaya menghimpun suara NU di tingkat akar rumput

Sumber gambar, Asprilla Dwi Adha/Antara Foto
- Penulis, Tri Wahyuni
- Peranan, Wartawan BBC News Indonesia
Pertemuan Prabowo Subianto-Yenny Wahid merupakan “ikhtiar” kubu Prabowo menghimpun dukungan warga NU agar memilih Prabowo sebagai capres, kata pengamat. Namun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku tak khawatir dengan upaya "menggembosi" melalui manuver politik itu.
Pengamat politik Bawono Kumoro menilai pertemuan keduanya “menarik untuk dicermati” karena berlangsung setelah Partai Keadilan Bangsa (PKB) dan ketua umumnya, Muhaimin Iskandar, meninggalkan koalisi Prabowo dan menjadi bakal cawapres Anies Baswedan.
“Kunjungan itu tentu saja akan menambah dukungan moral dan politik terhadap pencalonan Prabowo Subianto pada pemilihan presiden 2024,” kata Bawono kepada BBC News Indonesia, Kamis (07/09).
Selain soal dukungan warga NU, pimpinan Lembaga Survei Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno tidak melihat ada motif lain dalam pertemuan itu, apalagi menjadikan Yenny sebagai bakal cawapres.
Sebab, elektabilitas putri presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, atau yang akrab dipanggil Gus Dur, terbilang rendah.
Di sisi lain, PKB memandang pertemuan Prabowo Subianto dan Yenny Wahid sebagai hal yang tak perlu ditakuti.
"Siapapun boleh melakukan strategi, mau menggembosi, tetapi nanti bagaimana siapa yang bisa meyakinkan ke publik, bisa meyakinkan ke rakyat, bahwa siapa yang akan menjadi representasi," kata Ketua DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal kepada wartawan, Kamis (07/09).
Kubu Prabowo mengeklaim pertemuan Prabowo dan Yenny tidak dirancang untuk merespons hengkangnya PKB dari koalisi mereka, tetapi dukungan Yenny memang dianggap "penting".
Pertemuan Prabowo-Yenny pada 6 September 2023 terjadi tidak lama setelah Muhaimain Iskandar secara resmi diumumkan sebagai bakal cawapres Anies Baswedan oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Seperti diketahui, Yenny Wahid bermusuhan secara politik dengan Muhaimin. Dalam beberapa kesempatan Yenny menuding Cak Imin mendongkel kepemimpinan Gus Dur dari PKB, sebuah tuduhan yang berulang kali dibantah Muhaimin.
Apa isi pertemuan itu?
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Usai menjalani pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam di kediaman Prabowo Subianto pada Rabu (06/09), putri Gus Dur itu mengatakan memiliki kesamaan visi dengan Prabowo, menyebutnya sebagai kandidat kuat dan “prioritas utama”.
Menurut Yenny, pemimpin selanjutnya “harus meneruskan program-program dari pemimpin-pemimpin sebelumnya”, dan Prabowo dia nilai sebagai sosok yang tepat.
Apalagi dia mengerti “dinamika gepolitik”, katanya, yang menjadi tantangan tersendiri di masa mendatang.
“Saya rasa orang seperti Pak Prabowo ini punya kemampuan seperti itu, maka wajib bagi saya sebagai representasi dari kelompok Gus Dur untuk berkomunikasi intens dengan Pak Prabowo untuk mendengarkan kebijakan-kebijakan beliau, memberikan aspirasi kita tentang bentuk negara ke depan harus seperti apa itu kira-kira,” ujar Yenny.
Baca juga:
Meski secara rasional Yenny mengaku memiliki kesamaan dengan Prabowo, tetapi dia mengatakan masih harus mengunjungi makam ayahnya, Kyai Haji Abdurrahman Wahid, untuk melakukan pertimbangan-pertimbangan secara spiritual.
Namun demikian, dia mengatakan banyak kyai NU yang mendukung Prabowo dan ibunya, Sinta Nuriyah Wahid, pun "mendoakan" Prabowo.
Ketika ditanya soal kemungkinan Yenny Wahid menjadi bakal cawapresnya, Prabowo mengatakan masih terus bermusyawarah dengan koalisi dan timnya untuk memilih yang terbaik "menurut visi realita, bukan visi kesukaan".
Yenny pun lantas menimpali pernyataan Prabowo dengan menyebutkan beberapa kriteria bakal cawapres yang menurut dia cocok untuk pria yang masih menjabat sebagai menteri pertahanan itu.
“Saya berharap bahwa itu nanti menjadi representasi anak muda karena kita butuh anak muda terwakili suaranya dan kita harapkan Pak Prabowo, siapa pun cawapres yang dipilih bisa mewakili anak muda,” tegas Yenny.
“Erick [Thohir], muda. Gibran [Rakabuming Raka], muda,” lanjut Prabowo.
“Ridwan Kamil, oke,” kata Prabowo menimpali pertanyaan wartawan.
Apa motif pertemuan itu?
Pengamat dari lembaga survei Indikator Politik Bawono Kumoro menilai pertemuan kedua tokoh itu merupakan “bagian dari ikhtiar” Prabowo Subianto untuk menghimpun dukungan warga NU secara kultural.
Menurutnya pertemuan keduanya “menarik untuk dicermati” karena terjadi di tengah manuver Partai Keadilan Bangsa (PKB) dan ketua umumnya, Muhaimin Iskandar, yang meninggalkan koalisi pendukung Prabowo dan bergabung dengan koalisi pendukung Anies Baswedan.
“Kunjungan itu tentu saja akan menambah dukungan moral dan politik terhadap pencalonan Prabowo Subianto pada pemilihan presiden 2024,” kata Bawono kepada BBC News Indonesia, Kamis (07/09).
Meskipun sosok Yenny Wahid tidak punya partai, tetapi, menurut Bawono, putri Gus Dur itu “memiliki nilai plus tersendiri” karena di dalam dirinya mengalir “darah biru” NU.
Itu diduga menjadi sebab Prabowo mengundang Yenny karena berdasarkan hitung-hitungan politik Bawono tidak melihat sosok Yenny akan dipilih sebagai bakal cawapres Prabowo.

Sumber gambar, Asprilla Dwi Adha/Antara Foto
Namun, Bawono juga mengingatkan, menggaet sosok-sosok yang dianggap NU tidak akan berarti apa-apa bagi raihan elektoral pada Pilpres 2024 apabila tidak dipadukan dengan kerja politik.
Buktinya pada Pilpres 2004 lalu, "dua orang NU tulen" ikut serta dalam kontestasi sebagai cawapres, tetapi yang menang secara nasional dan juga di Jawa Timur justru pasangan calon yang tidak merepresentasikan NU.
“Jadi tidak cukup dengan menggandeng figur berlatar belakang NU untuk menggaransi kemenangan. Namun juga harus diiringi dengan pendekatan terhadap elit dan warga Nahdatul Ulama secara struktural maupun kultural,” papar Bawono.
Pengamat politik Adi Prayitno pernah menjelaskan kepada BBC News Indonesia bahwa kubu Prabowo Subianto membutuhkan suara yang besar dari warga NU dalam Pilpres 2024 jika ingin terpilih menjadi presiden.
Sebab, pada Pemilu 2014 dan 2019 lalu, Prabowo dikatakan kalah suara di Jawa Timur, yang diklaim sebagai kantung suara NU.
“Apapun judulnya NU ini adalah ormas islam terbesar di Indonesia yang saya kira seksi, jadi magnet, jadi rebutan begitu banyak orang. Salah satu cara untuk mendapatkan dukungan dari NU itu adalah mencari pintu masuknya,” jelas Adi.
Menanggapi pertemuan Prabowo dan Yenny, Ketua DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijak mengatakan warga NU bisa menentukan sosok mana yang mereka percaya untuk dititipkan aspirasi.
Dalam hal ini, Cucun menyebut Muhaimin Iskandar sebagai "kontestan", yang langsung bertarung dalam Pilpres 2024, bukan "follower atau pendukung" belaka.
"Kalau Gus Imin ini kan langsung menjadi kontestannya dalam perhelatan pilpres ini. Kalau hanya menjadi follower, hanya menjadi pendukung, tidak mengambil kebijakan, nanti publik akan bisa membedakan. Mana yang masuk ke kontestan mana yang hanya akan menjadi pendukung saja ya," katanya menegaskan.
Siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan?
Menurut Adi Prayitno tidak ada pihak yang diuntungkan maupun dirugikan dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (06/09) itu. Sebab, Yenny Wahid "tidak menentukan sikap politik" dan mendukung salah satu calon "secara terbuka.
Ketika dimintai pendapatnya tentang pertemuan Prabowo-Yenny, Ketua DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan "siapapun boleh melakukan strategi, mau menggembosi", tetapi pada akhirnya publik akan tahu "siapa yang akan menjadi representasi".
Menurut dia, warga NU bisa menentukan sosok mana yang mereka percaya untuk dititipkan aspirasi.
"Kalau hanya menjadi follower, hanya menjadi pendukung, tidak mengambil kebijakan, nanti publik akan bisa membedakan. Mana yang masuk ke kontestan, mana yang hanya akan menjadi pendukung saja ya," kata Cucun menegaskan.
Di lain pihak, kubu Prabowo mengeklaim pertemuan Prabowo dan Yenny tidak dirancang untuk merespons hengkangnya PKB dari koalisi mereka, yang belum lama berubah nama menjadi Koalisi Indonesia Maju.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menampik anggapan yang mengatakan pertemuan dengan Yenny Wahid bermaksud menyasar suara warga NU, meskipun sosok Yenny disebut penting bagi kemenangan Prabowo.
"Beliau tokoh perempuan anak muda, putri almarhum Gusdur, tentu Beliau sangat penting," kata Habiburokhman yang mengharapkan Yenny Wahid bisa menjadi bagian barisan pendukung Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menilai Yenny "pantas" menjadi bakal cawapres Prabowo.
Adakah peluang Yenny menjadi bakal cawapres Prabowo?
“Yenny jadi wakil Prabowo, rasa-rasanya tidak,” kata Adi Prayitno kepada BBC News Indonesia, Kamis (07/09).
Sebab, lanjut Adi, Yenny tidak memiliki elektabilitas yang cukup untuk menjadi bakal cawapres. Kemungkinannya, pertemuan itu dijadikan simbol bahwa “Prabowo juga cukup dekat dengan keluarga Gus Dur”.
Bulan lalu, Agustus 2023, Adi pernah mengatakan popularitas Yenny tidak muncul dalam survei dan "tidak ada yang tahu Yenny itu siapa".
Kalaupun Yenny mau secara terang-terangan mendukung kubu Prabowo, Adi menduga Yenny akan diajak menjadi tim pemenangan.
“Tapi mana mungkin Yenny mau jadi tim pemenangan kayak gitu. Yenny sudah meniti kariernya sebagai sosok perempuan aktivis, sebagai perempuan yang menggeluti persoalan-persoalan perdamaian, terkait dengan pluralisme dan seterusnya,” tambah pria yang menjabat sebagai direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia itu.

Sumber gambar, Media Center KTT ASEAN 2023/Zabur Karuru via Antara Foto
Adi berpendapat Yenny Wahid “tidak mungkin” mendeklarasikan dukungannya, menentukan pilihan politiknya secara terbuka.
Buktinya, setiap bakal capres yang datang ke dirinya, termasuk Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, selalu “disambut dengan hangat”.
“Dengan dunianya saat ini [sebagai aktivis], enggak mungkin menentukan pilihan politiknya secara formal, deklarasi dukung Ganjar, deklarasi dukung Prabowo, tidak mungkin karena Yenny kan posisinya memang cenderung ingin berdiri di begitu banyak kaki, kecuali kakinya Muhaimin dan Anies karena berbeda mazhab dan kepentingan politik,” tegas Adi.
Baca juga:
Pada pertengahan tahun 2023, nama Yenny Wahid muncul dalam bursa bakal cawapres yang akan mendampingi Anies Baswedan. Kala itu dia merespons dengan menyatakan kesiapannya sebagai bakal cawapres.
Jauh sebelum itu, Yenny juga sempat digadang-gadang layak mendampingi Ganjar Pranowo maju dalam Pilpres 2024.
Sejak saat itu, roda perpolitikan mulai berputar lebih cepat. Tiba-tiba, Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Amanat Nasional (PAN) mengumumkan dukungan untuk Prabowo dan Ganjar Pranowo langsung menemui Yenny Wahid.
Namun, menurut Adi Prayitno pada pertengahan Agustus 2023 lalu, pendekatan yang dilakukan Ganjar terhadap Yenny tidak serta merta berarti menjadikan Yenny sebagai wakilnya. Buktinya, PDIP tidak pernah menyebut Yenny sebagai calon potensial cawapres Ganjar.
Dalam pertemuan Yenny dan Prabowo kali ini pun Adi menganggap undangan Prabowo untuk Yenny bertujuan untuk “merawat hubungan” dengan tokoh-tokoh NU agar mereka bisa “memberikan dampak politik secara elektoral”.
Klaim mewakili NU
Pendapat Adi Prayitno yang menyebut Yenny Wahid akan memberikan dukungan bagi kandidat bakal capres manapun, selagi tidak berafiliasi dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar juga diungkapkan dengan gamblang oleh Yenny.
Pada Agustus 2023, dia mengatakan tidak akan memberikan dukungan kepada bakal capres Prabowo Subianto jika memilih Muhaimin Iskandar menjadi bakal cawapresnya.
"Kalau sebagai sesama pengusung (Prabowo) tidak apa-apa, tapi kalau pendamping lain urusan, agak berat itu," kata Yenny, dikutip dari Kompas.com.
Ketika Muhaimin pindah koalisi dan menjadi bakal cawapres Anies Baswedan, sikap Yenny tetap sama, tidak mendukung siapapun yang berpasangan dengan Cak Imin.
"Jadi sudah jelas sekali, ketika waktu itu Cak Imin masih berkoalisi dengan Pak Prabowo, saya sudah menyatakan secara terbuka posisi kami, akan sulit sekali bagi kami mendukung capres yang bersanding dengan orang yang pernah mengkudeta Gus Dur," kata dia.
Yenny Wahid memang bermusuhan secara politik dengan Muhaimin.
Dalam beberapa kesempatan Yenny menuding Cak Imin mengkudeta kepemimpinan Gus Dur dari PKB - partai yang didirikan oleh NU - sehingga menimbulkan istilah NU Gus Dur dan NU PKB.
Berkali-kali Muhaimin menepis tuduhan itu.
Seperti apa bursa capres-cawapres saat ini?
Anies Baswedan adalah bakal capres pertama yang telah menentukan bakal cawapresnya, yaitu Muhaimin Iskandar, ketua umum PKB.
Sementara itu, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto belum memilih siapa pasangan yang tepat untuk masing-masing.
Seperti disebutkan di atas, Prabowo menyebut dua nama ketika Yenny Wahid menyarankan sosok cawapres muda untuknya, yaitu Erick Thohir, Gibran Rakabuming Raka, dan Ridwan Kamil- meskipun Golkar menyatakan hanya mengusung nama Airlangga sebagai bakal cawapres dari partai mereka.
Akhir Agustus 2023 lalu, nama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi juga sempat masuk ke dalam bursa cawapres Prabowo.

Sumber gambar, Antara Foto
Dari kubu Ganjar Pranowo, PDIP melalui Puan Maharani, pernah menyebutkan lima nama kandidat bakal cawapres untuk Ganjar, mereka adalah: Sandiaga Uno, Erick Thohir, Andika Perkasa, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Muhaimin Iskandar.
Belakangan, nama Ridwan Kamil juga disebut-sebut dalam bursa cawapres Ganjar dan dikatakan "masuk dalam pertimbangan", kata Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Ahmad Basarah.
Pada Agustus lalu, Puan Maharani sempat menyebut nama anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.
Namun, kemungkinan itu bisa terjadi kalau Mahkamah Konstitusi menyetujui gugatan batas usia minimum capres-cawapres di bawah 40 tahun.
"Ya mungkin saja bisa kemungkinan Mas Gibran yang maju," ujar Puan di Istana Merdeka pada 17 Agutus 2023 lalu.
Bagaimanapun, perkembangan politik dengan manuver tokoh-tokohnya belumlah final. Masih ada waktu sampai 25 November 2023, batas akhir pencalonan presiden dan wakilnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Seperti ketika capres Joko Widodo menggumumkan nama Ma’ruf Amin sebagai calon wakilnya di detik-detik terakhir pendaftaran ke KPU, setelah sebelumnya Mahfud MD sudah disebut sebagai calon kuat.
Berbagai macam perubahan masih bisa terjadi.









