Sepp Blatter menyatakan banding

Sumber gambar, Getty
Presiden FIFA Sepp Blatter menyatakan banding terhadap larangan 90 hari untuk berkegiatan dalam dunia sepakbola.
Pria Swiss berusia 79 tahun itu telah <link type="page"><caption> diskors sementara oleh komite etika FIFA</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/10/151008_olahraga_fifa_skors" platform="highweb"/></link> yang menyelidiki tuduhan korupsi terhadapnya.
Dia diskors hari Kamis, 8 Oktober, bersama Sekjen Jerome Valcke dan Wakil Presiden Michel Platini namun ketiganya menolak tuduhan tersebut.
Platini juga mengajukan perlawanan terhadap sanksi itu 'dengan cara dan waktu yang tepat'.
Klaus Stohlker, teman sekaligus penasehat Blatter menyatakan, "Ia telah mengajukan banding kepada komisi etik. Ia membela posisinya dan yakin bahwa tak bersalah."

Sumber gambar, Getty
Kontrak 'tak menguntungkan'
Namun banyak yang menyangsikan hasrat Blatter untuk bertahan. Bekas ketua Asosiasi sepakbola Inggris David Bernstein mengatakan kepada BBC, "Blatter membohongi dirinya sendiri untuk tetap dalam jabatannya selama itu."
Komite etika memulai penelitian terhadap Blatter sesudah Kejaksaan Agung Swiss membuka penyelidikan kriminal terhadap Blatter bulan September.
Ia dituduh menandatangani kontrak yang 'tak menguntungkan' bagi FIFA dan melakukan pembayaran kepada Platini.
Komite etika juga <link type="page"><caption> menyelidiki pembayaran terhadap Platini</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/09/150928_olahraga_platini_fifa.shtml" platform="highweb"/></link> sebesar dua juta euro sesudah pria Prancis berumur 60 tahun menjalankan pekerjaan sebagai konsultan untuk Sepp Blatter.
Jerome Valcke malah lebih dulu meninggalkan posisinya di FIFA menyusul tuduhan surat kabar pekan lalu yang menempatkannya pada skema mengeruk keuntungan dari penjualan karcis Piala Dunia.
Pengacara Valcke mengatakan kliennya yakin ia akan dibersihkan dari 'tuduhan palsu' ketika 'semua fakta telah ditampilkan'.









