Presiden FIFA Sepp Blatter tidak akan mundur

Sumber gambar, Getty
Presiden FIFA Sepp Blatter tidak akan mengundurkan diri meskipun sponsor utama Coca-cola, Visa, Budweiser dan McDonald meminta dia untuk segera melepas jabatannya.
Keempat sponsor tersebut masing-masing mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan Blatter harus berhenti setelah <link type="page"><caption> Kejaksaan Swiss memulai penyelidikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/09/150928_olahraga_blatter.shtml" platform="highweb"/></link> terhadap dirinya.
Coca-Cola yang pertama mengeluarkan pernyataan: "Setiap hari citra dan reputasi FIFA terus memudar."
McDonald mengatakan kepergian Blatter akan menjadi "yang terbaik bagi kepentingan permainan (sepakbola)".
Kejaksaan Swiss menuduh pria berusia 79 tahun ini menandatangani sebuah kontrak yang "yang tidak menyenangkan bagi FIFA" dan memberikan <link type="page"><caption> pembayaran kepada Presiden </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/09/150928_olahraga_platini_fifa.shtml" platform="highweb"/></link>Uefa Michel Platini, tetapi membantah melakukan kesalahan.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh kuasa hukumnya pada Jumat (2/10), Blatter mengatakan pengunduran dirinya "bukan merupakan yang terbaik untuk kepentingan FIFA, ataupun proses reformasi dalam tubuh organisasi itu".
Induk perusahaan Budweiser, AB InBev, mengatakan mempertimbangkan posisi Blatter "akan menjadi sebuah hambatan dapat proses reformasi", sementara Visa mengatakan pengunduran diri Blatter akan menjadi "yang terbaik untuk kepentingan FIFA dan olahraga."
Ketua Asosiasi Sepakbola FA Greg Dyke menggambarkan perkembangan pada Jumat (2/10) sebagai "pengubah permainan".

Sumber gambar, Reuters
Dia menambahkan:" Itu tidak masalah apa yang dikatakan Blatter saat ini. Jika orang yang memberikan dana untuk FIFA ingin sebuah perubahan mereka akan mendapatkannya. Ini merupakan kabar baik bagi kita yang ingin perubahan mendasar."
Blatter terpilih kembali untuk lima periode sebagai presiden badan sepakbola dunia pada Mei lalu, tetapi pemilihan itu dibayangi dengan <link type="page"><caption> penahanan tujuh pejabat FIFA</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/07/150702_olahraga_fifa_ekstradisi" platform="highweb"/></link> dalam penggrebekan di sebuah hotel bintang lima di Zurich atas permintaan AS.
AS mengantongi indikasi 14 pejabat dan mantan pejabat FIFA dan rekanannya melakukan dugaan korupsi yang "merajalela, sistemik dan mendalam", menyusul penyeliidikan FBI.
Blatter kemudian mengumumkan akan mengundurkan diri pada Februari 2016 lalu.
Pada Senin lalu, melalui kuasa hukumnya Blatter mengatakan tidak akan mundur, meskipun tengah menghadapi penyelidikan.
Dia mengatakan pembayaran sebesar £1,3 juta atau sekitar Rp42,4 miliar dari FIFA kepada Platini, merupakan "kompensasi yang syah dan tidak ada (kepentingan) lainnya".
Platini mengatakan dia menerima pembayaran atas pekerjaannya sebagai penasihat teknik bagi Blatter antara tahun 1999 dan 2002 dan telah menulis surat yang menyebutkan dirinya tidak bersalah kepada anggota Uefa.









