Sepp Blatter 'mengaku bersih'

Sepp Blatter

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Sepp Blatter mengaku "harus" bekerjasama dengan komite eksekutif yang mewakili konfederasi.

Presiden FIFA yang akan segera meninggalkan jabatannya, Sepp Blatter, mengaku 'dirinya bersih', di tengah penyelidikan korupsi yang sedang berlangsung di organisasinya.

Blatter, yang sudah menjabat posisi itu sejak tahun 1998, akan turun pada bulan Februari tahun 2016 saat FIFA sedang diselidiki oleh kepolisian Amerika dan Swiss untuk tuduhan pemerasan yang dilakukan secara sistematis.

Pria berumur 79 tahun ini <link type="page"><caption> terpilih untuk kelima kalinya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/05/150529_olahraga_fifa_blatterterpilih" platform="highweb"/></link> bulan Mei lalu, tapi tak lama sesudah itu<link type="page"><caption> ia mengundurkan diri</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/06/150602_olahraga_fifa" platform="highweb"/></link>.

"Saya mengundurkan diri karena ingin melindungi FIFA," katanya, "Saya cukup kuat."

Blatter mengatakan lembaga FIFA sendiri tidak korup, sekalipun beberapa individu di dalamnya mungkin saja, dan ia bersikeras tak bertanggungjawab untuk hal itu.

Ia menolak berkomentar ketika dikatakan bahwa ia menutup mata terhadap perilaku beberapa anggota Komite Eksekutif FIFA, dengan menyatakan bahwa ia "harus" bekerja dengan perwakilan yang telah dipilih oleh konfederasi sepakbola regional.

"Saya tahu yang sudah saya lakukan dan apa yang tak saya lakukan. Saya punya kesadaran dan saya orang yang jujur. Saya bersih," aku Blatter.

Proses lelang tuan rumah Piala Dunia tahun 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar sedang <link type="page"><caption> menjadi bahan penyelidikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/06/150607_olahraga_bukti_korupsi_fifa_warner" platform="highweb"/></link> di Amerika Serikat dan Swiss.

Ada spekulasi, apabila tuduhan terbukti, bahwa kedua negara itu tak akan lagi berhak menjadi penyelenggara turnamen sepakbola terbesar di dunia itu, dan akan diselenggarakan pemilihan ulang.