Blatter didesak berpegang pada 'keputusan mundurnya'

Sepp Blatter

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sepp Blatter memang tidak pernah menyatakan secara tegas dengan menggunakan kata 'mengundurkan diri'.

Presiden FIFA Sepp Blatter didesak agar tetap memegang kata-katanya untuk 'mengundurkan diri'.

"Waktu untuk tergoda dengan kekuasaan jelas sudah lewat," kata Domenico Scala, Ketua Komite Independen Audit dan Kewajiban FIFA.

"Saya menyerukan semua yang terkait, termasuk Blatter, untuk mendukung kepentingan reformasi secara tegas pengumuman para pengawal di puncak FIFA," tambahnya.

Pada tanggal 2 Juni lalu -atau hanya beberapa hari setelah terpilih kembali sebagai presiden FIFA untuk masa jabatan kelimanya- <link type="page"><caption> pria berusia 79 tahun ini menyatakan akan mengundurkan diri.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/06/150602_olahraga_fifa" platform="highweb"/></link>

Concacaf

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, FBI menyita sejumlah dokumen dari kantor CONCACAF, Konfederasi Sepak Bola Amerika Tengah, Utara dan Karibia.

Keputusan itu diumumkan menyusul <link type="page"><caption> didakwanya beberapa pejabat FIFA dalam kasus korupsi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2015/05/150527_olahraga_fifa" platform="highweb"/></link> oleh Kejaksaan Agung Amerika Serikat.

Adapun penggantinya akan dipilih lewat kongres luar biasa FIFA yang akan digelar antara Desember 2015 dan Maret 2016.

Bagaimanapun Kamis (25/06) lalu, Blatter mengatakan bahwa dia masih belum mundur dan memikirkan untuk ikut mencalonkan diri lagi.

Sebenarnya Blatter memang tidak menyatakan secara tegas kata 'pengunduran diri' pada tanggal 2 Juni lalu namun menyerahkan mandatnya kepada kongres luar biasa.

"Saya akan meneruskan pekerjaan saya sebagai presiden FIFA sampai pemilihan tersebut," katanya dan menambahkan, "Saya tidak akan menjadi calon."