Vietnam didesak cabut sensor kata 'bau' untuk cegah boikot pemilu

Vietnam

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Hanya empat calon yang akan maju merebut 500 kursi parlemen dan sisanya adalah anggota Partai Komunis.

Pemerintah Vietnam didesak agar mencabut sensor yang ditujukan untuk mencegah boikot pemilihan umum, karena kata untuk pemilihan dalam Bahasa Vietnam, bau -yang artinya bisa juga hamil.

Sensor itu tampaknya menyebabkan kebingungan di kalangan pengguna telepon genggam.

Menjelang pemilihan umum Vietnam, Minggu 22 Mei, sekelompok pembangkang politik yang mengungsi ke luar negeri menyerukan aksi boikot.

Alasanya, di negara berpenduduk 93 juta itu ternyata hanya empat calon yang akan maju memperebutkan 500 kursi parlemen, sedang sisanya adalah anggota Partai Komunis yang berkuasa.

  • <link type="page"><caption> Vietnam memprotes kematian misterius ikan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160501_dunia_vietnam_ikan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Vietnam peringati 40 tahun berakhirnya perang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/04/150430_vietnam_40tahun_perang" platform="highweb"/></link>

Sebuah petisi internet sudah diluncurkan di Facebook yang menyerukan boikot pemilu sehingga Partai Komunis tidak bisa mengklaim bahwa 100% warga Vietnam memberikan suara.

Dalam Bahasa Vietnam, gerakan boikot 'Tidak Memilih' adalah Khong Bau, yang juga untuk tulisan singkat bisa berarti 'Saya Tidak Hamil' atau Khong co Bau.

Akibat aksi yang diduga merupakan sensor pemerintah itu, selama beberapa pekan, banyak pengguna telepon genggam yang mengeluh karena tidak bisa mengirim pesan yang ada kata bau. Kata-kata yang berarti protes dan boikot juga ikut diblokir.

Dalam konferensi pers di Hanoi, Jumat 20 Mei, Menteri Informasi, Komunikasi, dan Media, Truong Minh Tuan mengaku ada masalah dalam layanan telepon dan berjanji akan mengatasinya, seperti dilaporkan koran Tuoi Tre.

Semua perusahaan jaringan telepon seluler di Vietnam adalah milik pemerintah, sehingga bisa dipahami mereka akan menerapkan 'sensor' dengan serius.