Tiga studi temukan Zika 'hambat' perkembangan otak

Virus Zika

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Tiga studi melakukan percobaan dengan menggunakan hewan.

Virus Zika bisa memasuki otak janin tikus di dalam kandungan untuk menghambat perkembangannya, seperti terlihat dalam uji coba pertama untuk hewan.

Tiga studi memberikan bukti eksperimen yang mendukung kekhawatiran bahwa virus tersebut berada di balik meningkatnya jumlah bayi yang lahir dengan kepala kecil atau microcephaly di Brasil.

Percobaan yang dilakukan atas tikus itu memperlihatkan bahwa virus bisa menerobos plasenta pada masa kehamilan dan membunuh sel-sel untuk memperlambat pertumbuhan otak.

  • <link type="page"><caption> Virus Zika diduga rusak saraf janin</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160502_majalah_zika_saraf" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160411_majalah_kesehatan_zika" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Virus Zika lebih "mengerikan" dari perkiraan semula</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/04/160411_majalah_kesehatan_zika" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pakar kesehatan AS benarkan keterkaitan Zika dan kelainan bayi saat lahir</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160414_dunia_zika_microcephaly" platform="highweb"/></link>

Sejauh ini dipastikan terdapat sekitar 1.300 kasus microcephaly di Brasil dan ribuan lainnya sedang dalam pemeriksaan.

Para ilmuwan di Cina menyuntikkan Zika jenis Asia -yang dekat dengan Zika yang mewabah di Amerima selatan- ke dalam otak janin tikus 13 hari setelah pembuahannya.

Bayi di Brasil

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Virus Zika diduga berada di balik meningkatnya jumlah bayi yang lahir dengan kepala kecil di Brasil.

Hasilnya, seperti yang diterbitkan di jurnal Cell Stem Cell, otak yang berkembang lebih kecil lima hari kemudian.

Sel progenitor -yang membangun otak dan sistem saraf -secara khusus mudah terserang infeski- namuns studi memperlihatkan bahwa 'hampir semua sel di otak' posotif ZIka.

"Yang paling megejutkan dari studi ini adalah bahwa sebagian besar sel-sel progenitor yang terinfeksi di awal dan sebagian besar saraf menjadi terinfeski pada tahap berikutnya," jelas Dr Zhiheng Xu dari Akedemi Sains Cina.

Sementara para ilmuwan di Universitas Washington, Amerika Serikat, yang juga melakukan eksperimen atas hewan menemukan bahwa infeksi menyebar dari hewan dewasa hamil ke janin.

Mereka menemukan virus merusak plasenta dan mampu menerobos ke janin.

Dan sebuah studi lain yang diterbitkan di jurnal Nature -menggunakan virus yang sama dengan yang menyebar di Brasil untuk hewan- juga memperlihatkan pengembangan otak menjadi terhambat.