WHO: Vaksin mungkin terlambat atasi penyakit Zika

Sumber gambar, AP
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pengembangan vaksin Zika mungkin terlambat untuk mengatasi wabah penyakit tersebut di kawasan Amerika Latin.
Asisten direktur jenderal WHO, Dr Marie-Paule Kieny, mengatakan bahkan pengembangan vaksin eksperimental paling maju sekali pun masih perlu waktu beberapa bulan, sebelum bisa diujicobakan ke manusia.
"Pengembangan vaksin (Zika) masih dalam tahap yang sangat awal. Versi paling maju masih perlu pengembangan selama beberapa bulan lagi, sebelum bisa diujicobakan ke manusia," kata Dr Kieny.
- <link type="page"><caption> Ilmuwan yakin vaksin Zika akan siap dalam enam bulan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160304_majalah_kesehatan_zika.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Zika bisa menular melalui hubungan seksual?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160224_dunia_zika_seks.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Tata ubah nama mobil karena wabah Zika</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160202_majalah_india_zika.shtml" platform="highweb"/></link>
Ia menyampaikan pernyataan ini usai mengikuti pertemuan dengan para pakar Zika, di Jenewa, Swiss, hari Rabu (09/03).
Meski demikian Dr Kieny mengatakan pengembangan vaksin seperti ini tetap penting, terutama vaksin bagi wanita hamil dan wanita yang berencana ingin segera punya anak.
Virus Zika, yang disebarkan oleh nyamuk diyakini menjadi penyebab lahirnya bayi-bayi yang cacat dan ditandai dengan ukuran kepala yang lebih kecil dari bayi-bayi normal.
Berbagai upaya telah ditempuh oleh sejumlah negara di kawasan Amerika Latin, di antaranya penyemprotan nyamuk dengan insektisida, namun WHO mengatakan belum ada bukti kuat bahwa penyemprotan efektif dalam menghentikan penyebaran Zika.
Bulan lalu WHO menyatakan penyebaran Zika di kawasan benua Amerika sebagai darurat global.









