Uber dituduh 'menyesatkan pelanggan' di California

Uber

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Walau semakin populer, layanan Uber masih mendapat penentangan di beberapa negara.

Jaksa penuntut di Los Angeles dan San Fransisco mengatakan Uber Technologies sudah sepakat untuk membayar US$10 juta atau Rp131 miliar terkait gugatan hukum di California.

Layanan taksi berbasis aplikasi itu menghadapi gugatan menyesatkan pelanggan dalam ketelitian pemeriksaan atas latar belakang pengemudinya.

Namun dicapai kesepakatan di luar pengadilan dengan Uber membayar US$10 juta dalam waktu 60 hari.

  • <link type="page"><caption> Uber gugat Ola pesaingnya di India dalam kasus pesanan palsu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/03/160324_majalah_uber_india" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Kementerian Perhubungan ajukan dua opsi bagi Uber dan GrabCar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160323_indonesia_kemenhub_opsiubergrab" platform="highweb"/></link>

Sedangkan sisa pemnbayaran US$15 juta bisa dihapus jika dalam waktu dua tahun mendatang Uber tidak melakukan pengakuan palsu tentang pemeriksaan latar belakang supir-supirnya dan juga tidak menerapkan bayaran tambahan untuk layanan dari bandara.

Uber

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Unjuk rasa supir taksi menentang Uber di Jakarta pada 22 Maret lalu.

Uber menegaskan tidak melakukan kesalahan namun menerima untuk tidak menggunakan istilah 'yang paling aman di jalan raya' atau menggambarkan latar belakang pengemudinya sebagai 'standar emas.'

"Kecelakaan dan insiden terjadi. Itulah sebabnya kami ingin menjamin bahwa bahasa yang digunakan dalam menggambarkan keselamatan di Uber harus jelas dan tepat," kata Uber.

Layanan taksi Uber -yang semakin populer- masih mendapat penentangan di beberapa negara, termasuk di Indonesia.