Bertengkar dengan penumpang, sopir Uber keluarkan pistol

Uber

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Beberapa negara masih menerapkan larangan atas Uber.

Seorang sopir taksi berbasis aplikasi internet, Uber, mengaku kepada polisi bahwa dia mengeluarkan pistol setelah seorang penumpang menyatakan mungkin akan muntah di dalam mobil.

Patrick McDonald mengatakan kepada polisi dia mengeluarkan pistol saat bertengkar dengan penumpangnya, Shane Fabry, walau perusahaan melarang senjata api di kalangan sopir.

Uber menegaskan sopir berusia 67 tahun itu sudah diberhentikan untuk sementara waktu dan siap bekerja dengan Kepolisian Florida.

Fabry bersama temannya menggunakan jasa Uber yang dikemudikan oleh McDonald pada Jumat (22/01) dan dalam perjalanan dia merasa mual dan meminta mobil berhenti untuk berjaga-jaga kalau dia ingin muntah.

McDonald berhenti namun Fabry menyatakan dia sudah merasa bugar kembali.

Bagaimanapun keduanya bertengkar dan McDonald disebut ingin mengusir dia dari dalam mobil supaya tidak muntah di dalam mobil seharga US$75.000 atau sekitar Rp1 miliar.

Ketika bertengkar itulah, McDonald mengeluarkan pistol semiotomatis yang menurut Fabry diarahkan kepadanya.

McDonald -yang kini dibebaskan dengan jaminan- mengaku bahwa dia mengeluarkan pistol namun tidak sampai menodongkannya. Sidang atas kasus ini akan dilanjutkan pada 19 Februari mendatang.

Layanan taksi Uber mendapat minat dari para pemakai namun dilarang di beberapa negara, antara lain India dan Spanyol.