Tandingi Uber, Lyft gandeng GrabTaxi

Sumber gambar, AFP
Perusahaan layanan berbagi transportasi asal Amerika Serikat, Lyft, meluaskan kemitraan dengan dua perusahaan Asia demi menandingi Uber.
Dua perusahaan yang bermitra dengan Lyft adalah perusahaan Ola di India dan Grab Taxi di Asia Tenggara.
Sebelumnya, pada September lalu, Lyft telah beraliansi dengan perusahaan layanan berbagi transportasi terbesar di Cina, Didi Kuaidi.
Melalui kerja sama tersebut, pelanggan Lyft dapat memesan mobil pribadi dan taksi di India, Asia Tenggara, dan Cina. Begitu pula sebaliknya, pelanggan Ola, Grab Taxi, dan Didi Kuaidi dapat memanggil mobil pribadi atau taksi saat berkunjung ke AS.
“Dengan membentuk kemitraan strategis dengan Didi, GrabTaxi, dan Ola yang merupakan unggulan pasar lokal, kami bisa menghilangkan kelemahan dan kesulitan bahasa yang muncul saat bepergian ke luar negeri,” sebut Lyft dalam pengumuman.
Perluas jaringan
Kesepakatan kemitraan itu dibentuk di tengah persaingan di antara layanan transportasi.
Uber saat ini beroperasi di 67 negara dan pelanggannya dapat memesan layanan mobil Uber di sejumlah negara menggunakan aplikasi ponsel yang sama.

Sumber gambar, EPA
Uber juga dilaporkan tengah menambah dana sebesar US$2,1 miliar sehingga perusahaan itu dihargai US$62,5 miliar.
Beberapa analis mengatakan uang itu amat digunakan untuk perluasan jaringan layanan.
Namun, operasional Uber bukan tanpa kendala.
Beberapa kota di sejumlah negara secara tegas menolak kehadiran Uber, bahkan <link type="page"><caption> beberapa kota terdapat aksi protes yang menjurus ke kekerasan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150625_majalah_protes_uber" platform="highweb"/></link>.










