Kampanye peduli kanker payudara GrabTaxi tuai protes

Sumber gambar, myteksi
Aplikasi pemesanan taksi GrabTaxi menuai kritik karena kampanye kepedulian yang kontroversial tentang kanker payudara.
Dengan slogan "Cinta Payudara? Kanker juga", perusahaan ini menjual kaus dengan kata-kata yang sama untuk mengumpulkan dana buat kanker.
Selain itu ada tagar #GrabItBeatIt.
Perusahaan tersebut minta maaf karena pendekatan kampanye yang dinilai seksis dan tidak sensitif.
Kampanye ini dilakukan di beberapa negara, termasuk Singapura, Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Di Malaysia, perusahaan ini dikenal dengan nama MyTeksi.
"Kami minta maaf karena kampanye terkesan tidak sensitif buat penyintas kanker payudara, keluarga mereka, dan masyarakat luas. Kanker payudara bukan hal yang remeh dan kami menyesal bahwa slogan kampanye tidak mencerminkan keseriusan isu ini," kata divisi Singapura perusahaan tersebut.
Meski perusahaan sudah menghapus video promosi online untuk kampanye berjudul "Bagaimana jika tidak ada payudara?" - mereka belum menutup kampanye tersebut atau menghapus slogan dari mobil-mobil yang menampilkannya pada Bulan Peduli Kanker Payudara.
Dalam serangkaian cuitan, Grab Taxi Singapura juga membela tagar tersebut. Menurut mereka, tagar tersebut dimaksudkan agar perempuan memeriksa tanda-tanda kanker pada payudara mereka.
Meski kampanye - dan pemberitahuan aplikasi yang terkirim - mendapat perhatian, tapi tak semuanya positif.
Pengguna Twitter @mintea berkomentar, "Menurut saya kampanye sms payudara Grabtaxi tak sensitif. Sejarah kanker payudara keluarga lebih berperan."
Pengguna lain Faizal Hamssin juga mencuit, "Sayang kampanye peduli kanker payudara disampaikan dengan cara yang seksis dan menjadikan perempuan sebagai objek."
Yayasan amal kanker akan menerima hasil penjualan kaus yang dijual GrabTaxi.
Di Singapura, kaus dijual dengan harga SGD15 atau sekitar Rp145 ribu dan hasilnya untuk Masyarakat Kanker Singapura yang juga menggunakan tagar #GrabItBeatIt di halaman Facebook mereka. Meski begitu, organisasi tersebut dilaporkan telah mengambil jarak dari kampanye yang dijalankan GrabTaxi.









