Situasi memanas, pemogok tuntut Menkominfo mundur

Unjuk rasa para pengemudi taksi dan bajaj memanas -terjadi sejumlah aksi kekerasan dan di depan kompleks DPR para sopir melakukan pembakaran ban.
Banyak warga mengeluhkan tidak adanya tindakan dari aparat keamanan.
Aksi diarahkan untuk memprotes layanan taksi roda empat berbasis aplikasi online, namun layanan ojek berbasis aplikasi juga kena getahnya.
Ojek berbasis aplikasi yang biasanya tampak di berbagai sudut dengan helm dan jaket yang khas, kali ini nyaris tak kelihatan. Di beberapa tempat tampak helm gojek yang hancur. Muncul laporan tentang pengemudi ojek online yang diserang.
Namun di Kuningan, Rika, seorang mahasiswa S3 yang sedang berlibur di Jakarta, melaporkan terjadinya saling lempar batu antara pengemudi ojek dan sopir-sopir taksi yang menurut mereka, memulai serangan.
Menuntut Menkominfo turun
Persatuan sopir taksi dan bajaj menuntut Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara turun dari jabatannya karena telah memberi izin bagi transportasi berbasis aplikasi.
Di depan gedung DPR, para pengunjuk rasa berteriak, "Rudiantara turun! Rudiantara turun!"
Mereka juga menyuarakan dukungan kepada Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan, yang telah meminta Kemenkominfo memblokir aplikasi transportasi Uber dan GrabCar.
Di bawah matahari yang terik dan menyengat, ribuan sopir taksi dan bajaj berunjuk rasa di sepanjang jalan Gatot Subroto, menyerukan penutupan aplikasi transportasi.
"Tutup aplikasi! Tutup aplikasi!," mereka berteriak.
Banyak kendaraan ditempeli bermacam-macam spanduk. Antara lain bertuliskan: "Stop aplikasi" dan "Tolak transportasi ilegal".

Sumber gambar, Reuters
Sementara itu, di depan gedung Kemenkominfo sedikitnya 25 sopir taksi telah berkumpul. Rencananya, perwakilan dari pengemudi angkutan umum akan bertemu dengan perwakilan kemenkominfo.
Di tempat ini pun mereka berorasi dengan pengeras suara, menyerukan Menkominfo untuk mundur dari jabatannya.
"Kami tidak bermasalah dengan aplikasi online. Tapi kalau aplikasi itu melanggar undang-undang maka harus ditutup," tegas Jon.
Gambar-gambar dan rekaman video yang beredar menunjukkan sejumlah sopir menyerang mobil taksi yang tak ikut mogok, dengan menginjak-injak kaca depan hingga pecah. Ada pula yang menyerangnya dengan benda keras.
Sejumlah sopir taksi juga dilaporkan memblokade sejumlah ruas jalan, termasuk jalan tol.









